Kunjungan Arsenal ke Anfield pada musim lalu memberikan pelajaran penting mengenai kebutuhan akan seorang penembak jitu di lini depan untuk memecah kebuntuan. Kini, menghadapi ujian berat melawan Liverpool, situasi tersebut menjadi sorotan karena performa penyerang andalan mereka, Kai Havertz, sedang mengalami penurunan drastis pada musim ini.
Krisis Cedera dan Penurunan Performa Havertz
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, dihadapkan pada situasi pelik jelang lawatan ke markas Liverpool. Bukayo Saka masih harus absen sekitar sebulan karena cedera paha yang didapatnya di Munich, sementara Noni Madueke berpotensi absen akibat cedera engkel. Selain itu, Christos Tzolis belum lama kembali berlatih dan Max Dowman harus menjalani sanksi larangan bermain menyusul kartu merah yang diterimanya.
Di tengah keterbatasan opsi lini depan tersebut, Arsenal sangat membutuhkan kehadiran seorang penyerang tengah utama dalam performa terbaiknya. Namun, Havertz justru melalui musim yang paling janggal sejak kedatangannya di Inggris pada tahun 2020. Penyerang asal Jerman ini beberapa kali tampil kurang optimal, termasuk membuang banyak peluang saat kekalahan di Piala Liga melawan Fleetwood serta kebiasaan barunya yang sering terjebak posisi offside.
Penurunan ketajaman ini sempat dikaitkan dengan masalah kebugaran setelah Havertz pulih dari ketegangan otot usai jeda internasional terakhir. Kendati demikian, Arteta dengan tegas menepis anggapan bahwa masalah fisik menjadi penyebab utama merosotnya catatan statistik sang penyerang. Menurut Arteta, situasi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kondisi fisik karena Havertz tetap mendapatkan kesempatan bermain dan menciptakan peluang.
Statistik Mengkhawatirkan dan Masalah Offside
Dalam delapan pertandingan liga musim ini, Havertz mencatatkan rata-rata tembakan, gol, dan *expected goals* (xG) non-penalti yang lebih rendah dibandingkan musim-musim sebelumnya di Arsenal. Bahkan, ia juga mencatat rata-rata sentuhan bola yang sedikit lebih sedikit per pertandingan. Sebaliknya, satu catatan statistik yang justru melonjak tajam pada musim ini adalah jumlah *offside*.
Jika pada musim-musim sebelumnya Havertz jarang sekali tertangkap *offside*—kurang dari satu kali per 90 menit—musim ini ia sudah mencatatkan 10 kali *offside*, jumlah tertinggi di kompetisi Liga Inggris sejauh ini. Rekan setimnya, Saka, serta penyerang Leeds, Dominic Calvert-Lewin, berada di posisi kedua dengan catatan tujuh kali *offside*.
Arteta menilai fluktuasi performa dan tingkat efisiensi di kalangan pemain lini depan adalah hal yang sangat wajar dalam sepak bola. Meski penyerang asal Swedia, Viktor Gyokeres, sempat dimainkan saat melawan Everton, rekam jejak dan minimnya catatan tembakannya membuat Gyokeres dinilai belum menjadi solusi ideal untuk diturunkan di Anfield.
Pelatih asal Spanyol tersebut tetap memberikan dukungan penuh kepada penyerang utamanya tersebut menjelang pertandingan di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, pada Minggu (1/11) pukul 11.30 waktu setempat.
Sumber: CBS Sports Headlines








