Tim rugby league putra dan putri Inggris terancam mencatat sejarah buruk dengan gagal melaju ke babak semifinal Piala Dunia Rugbi. Kondisi ini terjadi setelah tim putra gagal mengejar selisih poin meski menang atas Papua Nugini, sementara tim putri takluk dari Samoa.
Persiapan Buruk Tim Putra
Tim putra Inggris sebenarnya mampu mengalahkan Papua Nugini dengan skor 34-12, tetapi kemenangan tersebut tidak cukup untuk memenuhi margin poin yang dibutuhkan. Peluang mereka untuk lolos dipastikan tertutup kecuali Tonga mengalahkan Samoa dengan selisih lebih dari 46 poin. Kegagalan ini mengakhiri catatan konsisten Inggris yang selalu lolos ke empat besar sejak turnamen pertama pada tahun 1954.
Menurut BBC Sport, pelatih kepala Brian McDermott ditunjuk pada bulan April dan hanya memiliki waktu enam bulan untuk bersiap tanpa pertandingan internasional pertengahan musim. Berbasis di Australia karena jabatannya sebagai asisten pelatih Gold Coast Titans, ia hanya mengandalkan pertemuan virtual. Rencana empat sesi latihan di lapangan terganggu setelah para pemain berbasis di Inggris harus menjalani perjalanan melelahkan selama 48 jam ke Perth, membuat mereka memulai persiapan seperti tidak saling mengenal.
Krisis Cedera dan Masalah Finansial Tim Putri
Sementara itu, tim putri Inggris harus mengubur asa ke semifinal usai takluk 24-6 dari Samoa dalam pertandingan penentuan. Pelatih Stuart Barrow menurunkan skuad muda yang berisi 11 pemain berusia 23 tahun ke bawah, di mana sebagian besar pemain masih harus menjalani pekerjaan penuh waktu di luar rugbi.
Barrow menjelaskan kepada BBC Sport bahwa kompetisi di belahan bumi selatan berkembang jauh lebih cepat didukung oleh investasi besar pada NRLW, sementara liga wanita di Inggris masih tertinggal. Selain masalah finansial dan minimnya investasi untuk pembinaan putri, skuad wanita Inggris juga terkendala kurangnya laga kompetitif karena hanya sering bertanding melawan Prancis dan Wales sebelum akhirnya menghadapi tim kuat seperti Australia.
Pertandingan melawan Samoa dinilai sebagai pengalaman kompetitif yang berharga bagi Inggris untuk mengatasi kesenjangan level permainan di level internasional.
Sumber: BBC Sport







