Lifestyle

Bedanya Efek Kopi dan Teh di Pagi Hari Menurut Ahli Kesehatan

Bedanya Efek Kopi dan Teh di Pagi Hari Menurut Ahli Kesehatan

Kopi dan teh sama-sama mengandung kafein serta antioksidan, namun keduanya memiliki perbedaan dalam memberikan energi pagi hari. Mengonsumsi minuman berkafein ini telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari dan rutinitas banyak orang untuk menemani aktivitas.

Perbedaan Kandungan Kafein

Kopi umumnya memberikan efek stimulan lebih kuat dibandingkan teh, yang berkaitan dengan jumlah kafein dalam setiap cangkirnya seperti dilansir dari Verywell Health. Secangkir kopi mengandung sekitar 95 miligram kafein, sedangkan secangkir teh hitam memiliki sekitar 47 miligram kafein. Jumlah kafein dalam kopi hampir dua kali lipat dibandingkan teh hitam, meskipun takaran tersebut dapat berbeda tergantung jenis minuman serta cara penyajiannya.

Kafein bekerja dengan cara merangsang sistem saraf pusat untuk membantu seseorang merasa lebih terjaga dan meningkatkan kewaspadaan. Kendati demikian, tidak semua orang cocok mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi. Orang yang sensitif terhadap kafein atau ingin menguranginya mungkin akan lebih nyaman memilih teh, karena teh juga mengandung theanine yang dapat membantu menyeimbangkan efek kafein tersebut.

Manfaat Kesehatan Kopi dan Batas Konsumsi

Di sisi lain, kopi juga memiliki kandungan senyawa antioksidan seperti asam klorogenat dan flavonoid. Kandungan tersebut membuat kopi berpotensi memberikan efek antiinflamasi, di mana konsumsi secara rutin dalam jumlah wajar dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.

Penelitian yang dikutip Verywell Health menyebutkan bahwa minum kopi berpotensi menurunkan risiko beberapa penyakit, di antaranya penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penyakit hati. Kebiasaan minum kopi juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit Parkinson serta penurunan risiko penyakit ginjal kronis.

Baik teh maupun kopi tetap menjadi minuman yang baik untuk tubuh selama dikonsumsi dalam batas wajar. Batas konsumsi sekitar 400 miligram kafein sehari umumnya masih aman bagi orang dewasa, sementara bagi ibu hamil disarankan untuk membatasi hanya 200 miligram kafein sehari.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *