Daftar Isi
Buah dan sayur beku menjadi solusi bahan makanan yang praktis serta terjangkau untuk memenuhi asupan nutrisi nabati harian. Namun, terdapat sejumlah kesalahan saat membeli yang dapat menurunkan nilai gizinya seperti dilaporkan oleh detikcom.
Memilih Sayuran dengan Tambahan Saus dan Pemanis
Sayuran beku secara alami kaya akan kandungan vitamin, mineral, serta serat. Kendati demikian, beberapa produk kerap ditambahkan mentega, keju, krim, ataupun saus berbumbu pekat yang mampu mendongkrak kadar lemak jenuh, kalori, serta natrium secara signifikan. Contoh produk yang sering dijumpai di antaranya bayam krim, jagung mentega, brokoli saus keju, hingga buncis mentega bawang putih.
Ahli gizi Karina Tolentino menyarankan agar masyarakat memilih sayuran beku polos supaya memiliki kendali penuh terhadap kandungan gizinya. Konsumen dapat memperkaya cita rasa makanan tersebut menggunakan aneka herba, bumbu dapur, minyak zaitun, bawang putih, atau air perasan lemon segar.
Selain sayuran, rasa manis alami pada buah beku juga sering kali ditambah dengan sirup atau gula demi meningkatkan selera. Produk seperti mangga, persik, beri, ceri, dan stroberi kerap dikemas bersama pemanis tambahan sehingga menyulitkan individu yang ingin membatasi asupan gula harian. Sebagai solusi, konsumen dapat memilih buah beku tanpa pemanis yang dikemas menggunakan air biasa agar rasa manis aslinya tetap terjaga tanpa tambahan kalori kosong.
Mengabaikan Komposisi Bahan dan Kondisi Kemasan
Ketelitian saat berbelanja sangat diperlukan karena sebagian produk buah dan sayur beku mengandung bahan tambahan yang bisa mengurangi nilai kesehatannya. Pembeli dianjurkan untuk mencermati Label Informasi Nilai Gizi serta menjauhi produk dengan daftar komposisi yang panjang, khususnya yang memuat krim, mentega, keju, pemanis tambahan, atau bumbu berkadar natrium tinggi.
Di samping itu, kelalaian dalam memeriksa kemasan berisiko menurunkan kualitas, tekstur, rasa, hingga keamanan pangan. Pembeli perlu mewaspadai kemasan yang sobek, terbentuknya kristal es berukuran besar, isi produk yang menyatu menjadi satu bongkahan, ataupun adanya lapisan bunga es yang tebal di bagian dalam kemasan. Kondisi tersebut menandakan adanya kerusakan, penanganan yang kurang tepat, atau indikasi produk sempat mencair sebagian sebelum membeku kembali.
Konsumen disarankan memilih kemasan yang tertutup rapat serta membeku secara merata dan sempurna sebagai penanda bahwa kualitas produk terjaga sejak awal proses produksi.
Anggapan Keliru Mengenai Produk Beku
Sebagian orang keliru menganggap seluruh produk beku tidak sehat dibandingkan buah dan sayur segar. Padahal, produk beku merupakan alternatif yang sangat baik karena sering kali memiliki profil nutrisi yang setara, bahkan pada kondisi tertentu lebih unggul.
Keunggulan tersebut didapat karena buah dan sayur dipanen pada tingkat kematangan yang optimal lalu langsung dibekukan demi mengunci nutrisi pentingnya. Sebaliknya, produk segar justru rentan kehilangan kandungan gizinya selama melalui proses panen, pengangkutan, serta penyimpanan yang memakan waktu lebih panjang. Sejumlah riset bahkan menunjukkan bahwa buah beku sanggup mempertahankan aktivitas antioksidan yang lebih kuat daripada buah segar, sehingga para ahli gizi menganjurkan penggabungan keduanya di dalam pola makan sehari-hari.
Sumber: Food - Detikcom








