Lifestyle

Fenomena Situationship: Hubungan Tanpa Status Pilihan Anak Muda

Fenomena Situationship: Hubungan Tanpa Status Pilihan Anak Muda
Daftar Isi
  1. Alasan Anak Muda Menjalani Hubungan Tanpa Status
  2. Faktor Pemicu dan Peran Media Sosial
  3. Risiko Keterikatan Emosional dan Patah Hati
  4. Waktu Tepat Membicarakan Status Hubungan

Hubungan tanpa status atau situationship kini semakin diminati oleh kalangan anak muda yang ingin menikmati kedekatan emosional dan fisik tanpa ikatan resmi berpacaran. Pola hubungan yang berada di antara pertemanan dan pacaran ini memungkinkan dua orang untuk rutin bertukar kabar dan saling memberi perhatian seperti pasangan tanpa harus membicarakan komitmen.

Alasan Anak Muda Menjalani Hubungan Tanpa Status

Mawar (21), bukan nama sebenarnya, sudah menjalani situationship selama kurang lebih delapan bulan dan merasa pola ini memberikan ruang untuk menikmati kedekatan tanpa tuntutan. Berdasarkan wawancara dengan CNN Indonesia, ia menyatakan bahwa dirinya belum siap memikirkan hal-hal serius seperti pernikahan. Meski tidak berstatus resmi, ia dan orang terdekatnya tetap saling menjaga satu sama lain layaknya hubungan sebelumnya.

Pengalaman serupa disampaikan oleh Bobi (23) yang mengaku belum siap berkomitmen dalam jangka panjang tetapi tidak ingin merasa kesepian. Ia menyebutkan bahwa dirinya masih merasa nyaman menjalani hubungan tanpa status ini dan belum terpikir untuk mengubahnya menjadi hubungan pacaran.

Faktor Pemicu dan Peran Media Sosial

Dating and relationship coach Kei Savori menjelaskan kepada CNN Indonesia bahwa fenomena ini sebenarnya mirip dengan istilah teman tapi mesra pada generasi sebelumnya, namun kini berskala lebih luas berkat media sosial dan aplikasi kencan. Kemudahan membangun kedekatan dengan banyak orang sekaligus membuat seseorang bisa bepergian dengan satu orang, bertukar pesan dengan orang lain, dan melakukan panggilan video dengan pihak yang berbeda dalam waktu bersamaan.

Kondisi ini berkaitan dengan konsep paradox of choice di mana ketersediaan banyak pilihan membuat seseorang enggan menetapkan komitmen karena selalu berharap menemukan pasangan yang lebih baik. Selain itu, kemudahan berkenalan juga memicu fenomena ghosting, yaitu situasi ketika seseorang berhenti membalas pesan dan menghilang begitu saja karena minimnya keterikatan.

Sebuah penelitian berjudul All the Feels, None of the Labels: Young Adults’ Experiences of Situationships mengidentifikasi lima tema dalam pengalaman adults muda berusia 19-25 tahun, meliputi ketidakjelasan status, ketimpangan keterlibatan emosional, peran aplikasi kencan, keinginan untuk tetap mandiri, serta dampak psikologis dari hubungan yang tidak jelas.

Risiko Keterikatan Emosional dan Patah Hati

Sebagian orang mempertahankan situationship untuk melindungi diri dari risiko terluka, tetapi Kei menilai strategi tersebut tidak selalu berhasil. Intensitas interaksi yang tinggi, komunikasi sepanjang hari, dan kebiasaan sering bertemu secara biologis pasti menciptakan attachment atau keterikatan emosional, terlepas dari ada atau tidaknya label pacaran.

Komplikasi sering muncul ketika salah satu pihak mulai menginginkan perhatian lebih sementara yang lain menikmati hubungan kasual. Orang yang merasa tidak nyaman belum tentu langsung pergi karena terikat oleh rutinitas menyenangkan setiap hari, rasa takut kehilangan sosok yang sulit ditemukan kembali, serta harapan masa depan yang telanjur terbentuk.

Waktu Tepat Membicarakan Status Hubungan

Bagi pihak yang mulai menginginkan komitmen dan merasa tidak mendapat kepastian, Kei menyarankan agar pembicaraan mengenai status tidak ditunda terlalu lama jika kedua belah pihak sudah cukup saling mengenal.

Ia menyarankan durasi sekitar satu bulan sebagai batas untuk langsung mempertanyakan kejelasan hubungan secara terbuka. Kei juga mengingatkan agar seseorang tidak mengabaikan pernyataan di awal ketika calon pasangan sudah mengaku tidak ingin berkomitmen demi menghindari potensi rasa sakit di kemudian hari.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *