Mantan Chief Executive Taunton Town FC, Karl Lindsay, mengaku bersalah atas serangkaian tindak pidana yang berkaitan dengan pembiusan dan pemerkosaan seorang wanita oleh suami korban serta beberapa pria lainnya. Pengakuan tersebut disampaikan dalam persidangan di Pengadilan Crown Manchester Minshull Street, Inggris.
Keterlibatan dalam Kasus Kekerasan Seksual
Pria berusia 56 tahun yang mengundurkan diri dari klub sepak bola non-liga asal Somerset sebelum resmi didakwa itu mengakui kejahatannya yang terjadi antara rentang tahun 2015 hingga 2025. Dilaporkan BBC News, persidangan mengungkap bahwa perbuatan Lindsay berkaitan dengan tindakan pemerkosaan terhadap korban di kawasan Stockport, Greater Manchester, serta pemberian obat-obatan untuk membuat korban tidak berdaya demi memuluskan aksi kekerasan seksual.
Suami korban, yang berusia 60-an tahun dan dirahasiakan identitasnya demi melindungi korban, telah lebih dulu mengaku bersalah atas 62 dakwaan, termasuk pemerkosaan terhadap istrinya sendiri. Korban hadir langsung di ruang sidang didampingi salah satu kerabatnya dan menyaksikan secara saksama saat Lindsay menyampaikan pengakuan bersalah tersebut.
Terdakwa Lain dan Rangkaian Persidangan
Selain Lindsay dan suami korban, tiga pria lain telah mengakui perbuatan kekerasan seksual terhadap korban pada persidangan sebelumnya. Ketiga orang tersebut adalah Keith Fotheringham (59) asal Dundee, Scotland; Sean Peers (38) asal Stockport; dan Graham Brougham (74) asal Northwich.
Sementara itu, persidangan untuk sembilan terdakwa lain yang disangka melakukan kejahatan seksual terhadap korban dijadwalkan dimulai pada Senin mendatang setelah sempat mengalami beberapa kali penundaan. Para terdakwa diduga melakukan aksi kejahatan tersebut dalam kurun waktu 2015 hingga 2025.
Sembilan terdakwa yang akan mulai diadili tersebut meliputi Philip Wild (58), Jordan Wallace (31), Alan Keelan (42), Jonathan Kirk (43), Robert Stewart (70), Mohammed Sabir (28), Richard Townsend (37), Daniel Rayner (42), dan David Graves (59). Majelis hakim memutuskan bahwa vonis hukuman untuk Lindsay baru akan dijatuhkan setelah seluruh rangkaian persidangan terhadap sembilan terdakwa lainnya usai.
Sumber: BBC News





