Daftar Isi
Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis melakukan kunjungan langka ke Korea Utara untuk membahas normalisasi hubungan politik antara kedua negara sekaligus meresmikan kembali kantor diplomatik Swiss di Pyongyang.
Kunjungan Langka dan Pembicaraan Resmi
Pada Jumat, Cassis menyelesaikan kunjungan dua hari ke Korea Utara yang merupakan lawatan pertama oleh seorang menteri pemerintah Swiss dalam lebih dari dua dekade. Melalui akun media sosial X, ia menyatakan telah membahas upaya untuk meregularisasi hubungan politik serta membangun kembali dialog politik.
Selama kunjungannya, Cassis yang juga menjabat sebagai wakil presiden Swiss mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Choe Son Hui serta Jo Yong Won yang merupakan sekretaris Komite Sentral Partai Buruh Korea yang berkuasa. Selain itu, mereka juga membahas isu keamanan di Semenanjung Korea serta tantangan keamanan yang lebih luas di kawasan Eurasia.
Pembukaan Kembali Kantor Diplomatik
Kantor diplomatik Swiss resmi dibuka kembali pada Kamis, yang menandai babak baru kehadiran negara tersebut di Pyongyang. Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Swiss, langkah tersebut merupakan wujud nyata untuk memperkuat dialog langsung dengan Korea Utara.
Kantor tersebut mulai beroperasi pada 19 Oktober tanpa menempatkan seorang duta besar dan berada di bawah koordinasi kedutaan besar Swiss di Beijing yang mengurus hubungan diplomatik serta konsuler dengan Korea Utara. Fasilitas ini sebelumnya sempat ditutup pada Maret 2020 akibat pandemi COVID-19.
Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan kedatangan Cassis pada Kamis tanpa merinci tujuan kunjungannya, sementara pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak dilaporkan. Pemerintah di Bern menyatakan komitmennya untuk mempertahankan keterlibatan di kawasan tersebut di tengah tingginya ketegangan dan terbatasnya kontak internasional dengan Korea Utara.
Agenda Lanjutan di Korea Selatan
Lawatan tingkat tinggi terakhir oleh anggota Dewan Federal Swiss sebelumnya dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Micheline Calmy-Rey pada tahun 2003. Setelah merampungkan agenda di Pyongyang, Cassis melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan pada Jumat untuk mengakhiri rangkaian kunjungan regionalnya.
Kementerian Luar Negeri Swiss menyampaikan bahwa agenda perundingan di Seoul akan berfokus pada isu keamanan semenanjung, peluang meredakan ketegangan regional, serta hubungan bilateral. Keterlibatan Swiss di Semenanjung Korea sendiri telah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade, termasuk keterlibatan mereka dalam Komisi Pengawasan Negara-Negara Netral.






