Para pemain Manchester United sempat mengkritik pihak manajemen klub terkait berbagai kegagalan di balik layar dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kekalahan memalukan dari Chelsea di Stamford Bridge menunjukkan bahwa para pemain senior di lapangan seharusnya menanggung beban kesalahan terbesar.
Kritik Terhadap Manajemen dan Performa Pemain
Lisandro Martinez dan Bruno Fernandes sebelumnya sempat melontarkan kritik valid mengenai kesalahan rekrutmen klub pada musim panas serta pemilihan taktik yang kurang tepat dari pelatih Michael Carrick. Masalah struktural di Old Trafford memang melibatkan jajaran eksekutif yang salah dan pelatih yang kesulitan menutupi kelemahan tim.
Namun menurut ulasan CBS Sports Headlines, masalah tersebut tidak berlaku dalam pertandingan melawan Chelsea. Laga ini lepas dari genggaman United akibat ulah para pemain senior di atas lapangan, termasuk Bruno Fernandes dan Amad Diallo yang gagal memanfaatkan celah dan ruang longgar yang diberikan lawan pada babak pertama.
Situasi berubah buruk ketika Morgan Rogers mencetak gol pembuka akibat lini pertahanan United yang gagal mengawal ruang kosong. Carrick mengakui kebobolan tersebut menjadi momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
Kartu Merah Martinez dan Rekor Buruk United
Petaka bagi United semakin lengkap akibat ulah Lisandro Martinez di lini belakang. Setelah gagal menghentikan pergerakan Rogers, bek asal Argentina tersebut melakukan tekel keras layaknya pemain rugbi yang berujung pada kartu kuning.
Tidak lama kemudian, Martinez kembali melakukan pelanggaran terhadap Wesley Fofana di kotak penalti dari situasi sepak pojok. Wasit memberikan penalti yang sukses dimanfaatkan oleh Cole Palmer, sekaligus memastikan kemenangan bagi Chelsea.
Sejak kebobolan gol pertama, performa skuad asuhan Carrick langsung menurun drastis dan gagal keluar dari tekanan lawan. Hasil minor ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan United menjadi sembilan pertandingan, rekor terburuk klub sejak tahun 1988 yang membuat posisi mereka terpuruk di papan bawah klasemen.
Meski suporter yang hadir tetap memberikan dukungan dan melampiaskan kemarahan kepada para pemilik klub serta jajaran manajemen, masalah utama tetap terletak pada konsistensi para pemain di lapangan. Carrick mengonfirmasi bahwa dirinya akan tetap memimpin tim dalam pertandingan terdekat menghadapi Roma pada Selasa malam.
Sumber: CBS Sports Headlines








