Sport

Michael Carrick Tetap Latih Man Utd hingga Jeda Internasional

Michael Carrick Tetap Latih Man Utd hingga Jeda Internasional
Daftar Isi
  1. Tekanan Besar dan Krisis Performa
  2. Hasil Pembicaraan Krisis dan Jadwal Mendatang
  3. Kandidat Pengganti dan Potensi Pemecatan

Manchester United berniat untuk mempertahankan Michael Carrick sebagai pelatih kepala hingga mereka melakukan evaluasi atas posisinya pada awal jeda internasional bulan November. Keputusan ini dikonfirmasi oleh jurnalis The Athletic, Laurie Whitwell, menyusul serangkaian hasil buruk yang dialami klub.

Tekanan Besar dan Krisis Performa

Carrick berada di bawah tekanan besar setelah kekalahan tandang dua gol tanpa balas dari Chelsea memperpanjang catatan tanpa kemenangan Manchester United menjadi sembilan pertandingan di semua kompetisi. Setan Merah kini merosot ke peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Premier dan hanya unggul selisih gol dari Crystal Palace yang berada di posisi ke-18. Selain itu, United juga menempati peringkat ke-20 dari 36 tim di klasemen Liga Champions, serta telah tersingkir dari Piala Liga setelah dikalahkan oleh Brighton.

Carrick sebelumnya banyak diprediksi akan pemecatan menyusul kekalahan telak tiga gol tanpa balas di kandang sendiri melawan Bournemouth. Kendati demikian, para petinggi INEOS justru memutuskan untuk memberikan dukungan kepada pelatih berusia 45 tahun tersebut. Mereka menilai para pemain harus memikul sebagian besar tanggung jawab atas situasi ini, mengingat skuad yang sama sebelumnya juga telah menyebabkan pemecatan Erik ten Hag dan Ruben Amorim.

Hasil Pembicaraan Krisis dan Jadwal Mendatang

Menyusul kekalahan dari Chelsea, Laurie Whitwell menulis di akun media sosial X mengenai rencana klub yang telah diputuskan dalam pembicaraan krisis pekan ini. Manchester United menetapkan rencana untuk mempertahankan posisi pelatih hingga jeda internasional dan baru akan melakukan penilaian terhadap Michael Carrick setelah periode tersebut. Potensi kekalahan dari Chelsea sebenarnya sudah diperhitungkan sebelumnya, dengan pertandingan melawan Roma dan Aston Villa kini sudah menanti di depan mata. Whitwell juga mencatat penurunan rasio poin per pertandingan dari era sebelumnya yang berada di angka 1,81 menjadi 1,38 sejak tahun 2024.

Ketika ditanya apakah dirinya memperkirakan akan tetap memimpin tim untuk pertandingan melawan Roma pada hari Selasa, Carrick menjawab bahwa dirinya hanya fokus mempersiapkan para pemain untuk pertandingan tengah pekan. Mengenai perlunya mentalitas yang kuat bagi para pemain untuk keluar dari zona degradasi, Carrick menyatakan bahwa situasi tersebut dapat dilihat dari seberapa cepat posisi tim di klasemen dapat naik jika mampu memenangkan pertandingan.

Kandidat Pengganti dan Potensi Pemecatan

Sebelumnya, pengamat transfer Graeme Bailey membeberkan informasi mengenai pergerakan Manchester United dalam mencari manajer baru. Eddie Howe disebut sebagai figur yang sangat disukai oleh Jason Wilcox dan pihak klub telah melakukan persiapan terkait opsi tersebut. Newcastle United menetapkan biaya kompensasi sebesar tiga juta poundsterling untuk Howe, ditambah tiga juta poundsterling untuk staf pelatih yang membawanya, sehingga total paket kompensasi mencapai enam juta poundsterling.

Nama-nama lain seperti Julian Nagelsmann yang didorong oleh Christopher Vivell serta Antonio Conte yang memiliki pengagum di dalam sistem klub juga turut masuk dalam bursa. Meskipun demikian, Eddie Howe dinilai tetap menjadi kandidat utama, di mana jendela internasional akan menjadi kunci penentuan. Bailey menambahkan bahwa karena Jason Wilcox tidak akan mundur dan para pemain tidak akan dijual, maka satu-satunya perubahan besar yang dapat dilakukan klub adalah mengganti Michael Carrick, yang dinilai hanya tinggal menunggu waktu hingga jeda internasional tiba.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *