Tim MotoGP asal Jepang, Yamaha, memutuskan untuk mundur dari Grand Prix Qatar menyusul konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Ajang balap di Sirkuit Internasional Lusail tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6-8 November setelah sempat ditunda dari jadwal semula pada April.
Keputusan Yamaha dan Tanggapan Penyelenggara
Pihak Yamaha menyatakan bahwa mereka belum menemukan alasan yang kuat untuk mengubah aturan pembatasan perjalanan perusahaan yang berlaku bagi seluruh pegawai ke wilayah Timur Tengah. Langkah tersebut sejalan dengan imbauan dari pemerintah Jepang yang meminta warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan tersebut.
Sementara itu, pihak MotoGP menyatakan rasa kecewa atas keputusan Yamaha. Menurut penyelenggara, langkah tersebut tidak mencerminkan jaminan luas yang telah diberikan oleh Qatar serta para penasihat keselamatan independen bahwa perlombaan aman untuk dilangsungkan.
Pihak berwenang di Qatar sebelumnya menyampaikan jaminan bahwa para peserta tidak akan terjebak di sana jika terjadi eskalasi konflik. Meskipun demikian, MotoGP menyebutkan bahwa absennya Yamaha ini akan membawa konsekuensi dari segi olahraga. Di sisi lain, tim pabrikan Jepang lainnya yaitu Honda serta tim satelit Yamaha, Pramac Racing, sejauh ini masih dijadwalkan untuk turun bertanding di Qatar.
Situasi Terkait dan Dampaknya pada Formula 1
Ajang balap MotoGP sendiri berada di bawah naungan Liberty Media yang juga memiliki kepemilikan atas ajang Formula 1. Rangkaian musim Formula 1 saat ini dijadwalkan berakhir melalui GP Qatar pada 27-29 November, yang kemudian dilanjutkan dengan GP Abu Dhabi pada 4-6 Desember.
Pihak Formula 1 tetap melanjutkan persiapan untuk menggelar kedua balapan tersebut setelah mengantongi jaminan keamanan serta kepastian yang dinilai memadai, meski situasi ini disebut memicu keresahan di dalam area tim. Berdasarkan saran keamanan yang diterima Formula 1, tercatat tidak ada serangan apa pun terhadap infrastruktur sipil di Qatar maupun Uni Emirat Arab sejak Mei lalu.
Sebagai langkah antisipasi apabila seri di Qatar dan Abu Dhabi batal diselenggarakan, sirkuit Imola di Italia telah disiapkan sebagai calon tuan rumah alternatif untuk seri penutup musim balap pada 4-6 Desember.
Sumber: BBC Sport








