Teknologi

Daftar Fenomena Langit November 2026, Ada Hujan Meteor

Daftar Fenomena Langit November 2026, Ada Hujan Meteor

Sejumlah fenomena langit menarik dijadwalkan akan menghiasi angkasa sepanjang bulan November 2026 dan menyajikan keindahan alam bagi para pencinta astronomi. Berdasarkan catatan Seasky, fenomena tersebut meliputi hujan meteor Taurid, fase Bulan baru, hujan meteor Leonids, hingga Bulan purnama Supermoon.

Jadwal Fenomena Langit November 2026

Fenomena-fenomena ini dapat dinikmati lebih jelas di lokasi yang gelap dan minim polusi cahaya, seperti wilayah yang jauh dari perkotaan. Beberapa di antaranya dapat diamati langsung dengan mata telanjang, sementara sebagian lainnya memerlukan alat bantu seperti teleskop agar terlihat optimal.

Puncak hujan meteor Taurids akan berlangsung pada tanggal 4 sampai 5 November. Hujan meteor tahunan yang terjadi antara September hingga Desember ini memiliki intensitas sekitar 5 hingga 10 meteor per jam. Keunikannya berasal dari dua aliran terpisah, yakni butiran debu sisa Asteroid 2004 TG10 dan puing-puing Komet 2P Encke. Waktu pengamatan terbaik disarankan setelah tengah malam dengan titik pancar dari rasi bintang Taurus.

Fase Bulan baru akan terjadi pada 9 November pukul 07.03 UTC atau 14.03 WIB. Pada saat ini, posisi Bulan berada di sisi Bumi yang sama dengan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam. Kondisi malam yang lebih gelap dari biasanya menjadikan momen tersebut waktu terbaik untuk mengamati objek redup seperti galaksi dan gugusan bintang menggunakan teleskop.

Selanjutnya, puncak hujan meteor Leonids akan menghiasi langit pada 17 hingga 18 November. Fenomena yang berlangsung setiap 6 sampai 30 November ini rata-rata menghasilkan hingga 15 meteor per jam pada puncaknya, yang berasal dari komet Tempel-Tuttle penemuan tahun 1865. Pengamatan tahun ini dinilai sangat baik karena Bulan akan terbenam tak lama setelah tengah malam, meninggalkan langit gelap yang membuat meteor tampak sangat jelas dari arah rasi bintang Leo.

Fase Bulan purnama Supermoon akan menyusul pada 24 November pukul 14.55 UTC atau 21.55 WIB, yang merupakan Supermoon kedua dari tiga peristiwa serupa sepanjang tahun 2026. Ketika fase ini tiba, Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi dan posisinya berlawanan dengan Matahari sehingga tampak sedikit lebih besar dan diterangi sepenuhnya. Suku-suku asli Amerika mengenal purnama November ini sebagai Bulan berang-berang atau Beaver Moon, serta disebut pula sebagai Bulan Beku dan Bulan Gelap.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *