Gustina Putri Ningsih (26), yang telah terbaring tidak sadarkan diri selama sekitar sepuluh tahun, akhirnya dibawa ke RSUP Dr M Djamil Padang untuk menerima penanganan medis yang lebih intensif pada Jumat (30/10/2026). Penjemputan ini dilakukan oleh tim gabungan dari RSUP Dr M Djamil Padang bersama RSUD dr Rasidin Padang langsung dari kediamannya di Komplek Asabri Blok B1 Nomor 17, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, berkat perhatian khusus dari Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade.
Penanganan Medis Lanjutan
Direktur Layanan Operasional RSUP Dr M Djamil Padang, drg. Ade Palupi Muchtar, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti arahan pimpinan serta koordinasi bersama RSUD dr Rasidin. Sebelum membawa pasien menggunakan ambulans RSUD dr Rasidin, tim dokter dari kedua rumah sakit telah melakukan asesmen terhadap kondisi Putri.
Ade menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kondisi Putri, kemungkinan kesembuhan, maupun dugaan malpraktik sebelum pemeriksaan medis menyeluruh dilakukan. Fokus utama saat ini adalah mencari solusi terbaik untuk pengobatan dan berkolaborasi memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya pasien.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Rasidin Padang, dr. Lismawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah merawat Putri selama bertahun-tahun. Pada awalnya, tim medis mendatangi rumah Putri setiap hari, yang kemudian diubah menjadi kunjungan rutin setiap pekan pada hari Selasa untuk memeriksa kondisi, memberikan susu, mengganti popok, serta memenuhi kebutuhan perawatan lainnya.
Lismawati menambahkan, pihak rumah sakit sebenarnya telah menyarankan agar Putri dirawat di RSUP M Djamil, namun kendala ekonomi keluarga membuat mereka belum bersedia. Sebelum penjemputan ini, Andre Rosiade menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, dr. Dovy Djanas, yang telah merespons aspirasi masyarakat dan membantu memfasilitasi perawatan tersebut.
Awal Mula dan Perjuangan Keluarga
Kisah ini bermula pada 2016 ketika ibunda Putri, Kartina (53), mendampingi Putri mengantarkan adiknya yang demam ke puskesmas. Saat di puskesmas, Putri mengeluhkan sakit perut sebelah kanan dan didiagnosis menderita usus buntu kronis, lalu dirujuk ke RSUD dr Rasidin Padang.
Menurut Kartina, setelah menjalani operasi di RSUD dr Rasidin, Putri mengalami kejang dan kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Di RSUP M Djamil, ia mengaku mendapat penjelasan bahwa kondisi tidak sadarkan diri itu diduga berkaitan dengan kelebihan dosis obat bius, dan keluarga diminta menyetujui pemasangan alat kolostomi.
Kartina mengaku telah melaporkan persoalan ini ke berbagai pihak seperti Dinas Sosial dan Polda Sumatera Barat, namun belum mendapatkan hasil yang memuaskan. Di sisi lain, ia mengakui pihak RSUD dr Rasidin tetap memberikan perhatian, termasuk memberikan bantuan rumah dari zakat, susu, serta kunjungan berkala untuk perawatan.
Selama sepuluh tahun terakhir, asupan makanan Putri diberikan melalui selang atau sonde sebanyak empat kali sehari. Di tengah keterbatasan ekonomi dan suami yang bekerja sebagai nelayan bergantung cuaca, Kartina tetap berjuang merawat anaknya dan berharap perawatan lanjutan di RSUP Dr M Djamil Padang dapat membawa perkembangan positif.
Sumber: News - Detikcom





