Lifestyle

Kandungan Gizi Belalang Goreng yang Disantap Veda Ega Pratama

Kandungan Gizi Belalang Goreng yang Disantap Veda Ega Pratama
Daftar Isi
  1. Kandungan Protein Tinggi pada Belalang
  2. Kandungan Zat Gizi Lain
  3. Faktor Keamanan Konsumsi Belalang

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama merayakan keberhasilannya finis di posisi kedua Moto3 Malaysia dengan menyantap walang atau belalang goreng khas Gunungkidul, daerah asalnya. Momen tersebut terjadi di area parc ferme ketika ia menunjukkan kotak transparan berisi camilan tersebut kepada pemenang balapan, Maximo Quiles.

Kandungan Protein Tinggi pada Belalang

Menurut pemberitaan CNN Indonesia, belalang memiliki potensi sebagai sumber protein alternatif. Berdasarkan jurnal Annals of Animal Science, kandungan protein kasar pada belalang berkisar antara 16,6 hingga 77,3 persen berdasarkan bobot kering.

Besaran angka tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti spesies, habitat, makanan, tahap pertumbuhan, hingga cara pengolahannya. Angka ini dihitung berdasarkan bobot kering sehingga tidak bisa langsung dibandingkan dengan kandungan protein daging segar yang masih mengandung air.

Protein sendiri berfungsi untuk membangun serta memperbaiki jaringan tubuh, selain membantu pembentukan enzim dan hormon. Protein dalam belalang juga tersusun atas berbagai asam amino esensial yang meliputi lisin, leusin, treonin, metionin, triptofan, dan valin, yang harus dipenuhi melalui makanan karena tubuh tidak dapat memproduksinya dalam jumlah cukup.

Kandungan Zat Gizi Lain

Selain protein, penelitian yang sama menemukan adanya kandungan lemak, serat kasar, kitin, dan mineral pada belalang. Kitin merupakan komponen penyusun eksoskeleton atau rangka luar serangga, sedangkan lemak berfungsi sebagai sumber energi dan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.

Belalang turut mengandung karotenoid, yakni kelompok pigmen alami yang memiliki aktivitas antioksidan dan sebagian di antaranya dapat menjadi prekursor vitamin A. Kendati demikian, temuan kandungan karotenoid tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa mengonsumsi belalang memberikan manfaat kesehatan tertentu bagi manusia.

Faktor Keamanan Konsumsi Belalang

Meskipun berpotensi sebagai sumber protein, konsumsi belalang tetap harus memperhatikan aspek keamanan pangan. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah reaksi alergi, mengingat protein pada serangga dapat memicu alergi pada sebagian orang.

Individu yang memiliki riwayat alergi terhadap udang, kepiting, atau tungau debu juga perlu berhati-hati terhadap kemungkinan reaktivitas silang dengan protein serangga. Di samping itu, belalang yang ditangkap langsung dari alam berisiko terpapar pestisida, logam berat, atau mikroorganisme tergantung pada habitat dan penanganannya.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan belalang bersumber dari tempat yang aman, sudah dibersihkan, serta dimasak dengan benar sebelum disantap. Nilai gizi belalang dapat berbeda-beda menurut spesies dan mengalami perubahan selama proses pengolahan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *