Mantan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyampaikan pesan kepada para politikus Australia agar memperbaiki polarisasi sosial. Berbicara di panggung Sydney Opera House pada hari Minggu, ia menilai para politikus justru memperburuk masalah polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat.
Membangun Keamanan Finansial
Dalam diskusi bersama penulis Anna Funder, Ardern mengatakan bahwa para pemimpin memiliki tanggung jawab untuk tidak menggunakan pemikiran biner ataupun bahasa kekerasan. Menurut laporan The Guardian, ia menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan publik melalui penciptaan keamanan finansial di tengah masa ketidakpastian yang mendalam.
Ardern menjelaskan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, ketidakamanan global meningkat seiring berjalannya globalisasi, yang kemudian memicu serangan terhadap lembaga-lembaga seperti Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO. Sebagai respons, para politikus menawarkan proposal seperti Brexit dengan menunjuk pihak yang patut disalahkan, yang akhirnya membuka jalan bagi kemunculan pemimpin seperti Donald Trump.
Perempuan berusia 46 tahun itu pindah ke Australia pada tahun ini dan membeli sebuah rumah di pantai utara pada bulan September, serta dijadwalkan mengajar dan membimbing di Universitas Sydney. Forum hari itu sendiri mengangkat tema apakah masyarakat dapat berbeda pendapat tanpa harus terpecah belah.
Dampak Media Sosial dan Krisis Kepemimpinan
Ardern menyoroti bagaimana polarisasi dalam diskursus publik membuat seseorang memegang pandangan dengan keyakinan moral yang begitu mendalam sehingga menutup ruang untuk terlibat dengan pihak lain. Ia juga membahas peran media sosial yang membuat rekam jejak opini seseorang tersimpan rapat, padahal demokrasi yang sehat membutuhkan ruang untuk berdebat dan mengubah pandangan berdasarkan bukti baru.
Ketika pertama kali masuk parlemen pada tahun 2008, Ardern merupakan anggota parlemen termuda sekaligus yang pertama memiliki akun media sosial. Namun, pandangannya berubah drastis pada 15 Maret 2019, hari penembakan masjid Christchurch.
Serangan teror domestik tersebut dilakukan oleh pelaku yang radikal di YouTube dan menyiarkan aksi tersebut menggunakan Facebook. Sejak saat itulah ia sepenuhnya memahami penyalahgunaan platform digital tersebut.
Ardern menyimpulkan bahwa krisis kepercayaan yang terjadi bertahun-tahun tidak mampu diatasi oleh para politikus, yang justru memperkeruh keadaan dengan menyebarkan rasa saling curiga dan menyalahkan. Ia menilai bahwa solusi dari krisis kepemimpinan ini membutuhkan kehadiran empati, kerendahan hati, serta rasa ingin tahu di dalam dunia politik.
Sumber: World news | The Guardian








