Daftar Isi
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merumuskan tiga rekomendasi utama dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 untuk diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Fokus rekomendasi tersebut mencakup penguatan bantalan ekonomi, ketersediaan bahan baku, serta kepastian berusaha demi meningkatkan daya saing bangsa di tengah ketidakpastian global.
Tiga Poin Rekomendasi Strategis
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menjelaskan bahwa rekomendasi tersebut lahir dari pembahasan Komisi A, B, dan C sepanjang penyelenggaraan Rapimnas yang berlangsung pada 29 hingga 30 Oktober 2026. Menurut Anindya dalam konferensi pers hasil Rapimnas Kadin pada Jumat (30/10), poin pertama yang ditekankan adalah upaya meningkatkan bantalan guna menghadapi guncangan ekonomi dunia.
Penguatan bantalan ekonomi tersebut meliputi penjagaan arus kas dunia usaha dan negara, pengelolaan fiskal daerah, serta pemeliharaan daya beli masyarakat. Kebijakan ini dinilai penting agar usaha rakyat serta sektor industri memiliki ketahanan yang kuat terhadap tekanan ekonomi. Poin rekomendasi kedua berkaitan dengan jaminan ketersediaan bahan baku untuk mendukung proses produksi, baik bagi pelaku usaha rakyat maupun industri secara keseluruhan. Kadin mendorong terbangunya integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir agar hasil produksi masyarakat dapat terhubung langsung dengan akses pembiayaan serta pembeli. Selanjutnya, rekomendasi ketiga menitikberatkan pada penguatan kepastian berusaha agar perusahaan-perusahaan asal Indonesia mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke kancah global.
Usung Jargon Buy from Indonesia
Dalam mendorong target tersebut, Anindya memperkenalkan dua jargon utama, yakni Buy from Indonesia dan Buy Indonesia. Jargon pertama ditujukan untuk mendongkrak volume ekspor produk nasional ke pasar internasional.
Sementara itu, jargon kedua berfokus pada ajakan untuk menanamkan modal di dalam negeri, baik melalui investasi langsung atau foreign direct investment maupun penanaman modal portofolio lewat instrumen saham dan surat utang negara.
Jadwal Penyerahan kepada Presiden
Anindya menyampaikan bahwa pihaknya dijadwalkan menyerahkan langsung rumusan hasil Rapimnas tersebut kepada Presiden pada Sabtu (31/10). Pihaknya telah memperoleh kepastian dari pihak Sekretariat Kabinet terkait rencana audiensi tersebut.
Penyampaian dokumen rekomendasi ini dipandang krusial dalam merajut kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Sinergi tersebut selaras dengan konsep Indonesia Incorporated yang mengedepankan semangat gotong-royong antara jajaran pemerintah dan dunia usaha.
Seluruh rumusan rekomendasi dalam Rapimnas ini telah merangkum aspirasi dari jajaran Kadin di 38 provinsi serta berbagai asosiasi dan himpunan usaha agar benar-benar merepresentasikan kebutuhan nyata di berbagai daerah.








