luar negeri

Pegiat Konservasi Ingatkan Bahaya Racun Timah Hitam bagi Satwa

Pegiat Konservasi Ingatkan Bahaya Racun Timah Hitam bagi Satwa
Daftar Isi
  1. Ancaman Keracunan Timah Hitam
  2. Penerapan Aturan dan Dukungan Pengelola
  3. Penghargaan untuk Kolektif Amunisi

Seorang pegiat konservasi menyambut aturan baru pelarangan penjualan amunisi berbahan timah hitam seraya memperingatkan bahwa masyarakat masih belum menyadari luasnya dampak buruk bahan beracun tersebut terhadap satwa liar. Sacha Dench, yang berbasis di Chagford, Devon, merupakan anggota dari Lead Ammunition Collective, kelompok yang mengampanyekan penghentian penjualan zat beracun itu dan sukses meraih RSPB Medal.

Ancaman Keracunan Timah Hitam

Tokoh yang dikenal sebagai “The Human Swan” ini terkenal karena pernah menerbangkan paramotor sejauh 7.000 kilometer dari Arktik Rusia ke Inggris demi memantau migrasi burung angsa Bewick. Biologis kelahiran Australia tersebut menyatakan bahwa keracunan timah hitam merupakan ancaman besar bagi burung-burung di seluruh benua Eropa.

Sacha Dench menjelaskan bahwa sebanyak 100.000 burung air di Inggris diperkirakan mati setiap tahun akibat keracunan timah hitam, dengan angka mencapai sekitar satu juta di seluruh Eropa. Menurutnya, jumlah tersebut sangat berdampak besar dan bahkan mendorong sejumlah spesies mendekati kepunahan.

Para ilmuwan serta kelompok konservasi telah lama memperingatkan bahwa peluru senapan tabung berbahan timah dapat mencemari habitat dan merusak satwa setelah dilepaskan ke alam bebas. Sacha Dench menambahkan bahwa setiap kali sebuah butir peluru ditembakkan, hingga 300 butir timah berukuran kecil dapat tersebar ke alam.

Secara keseluruhan di Inggris, volume timah yang tersebar ke alam bebas setiap tahun berkisar antara 7.000 hingga 13.000 ton. Burung-burung, terutama burung air, kerap keliru mengira pecahan timah tersebut sebagai makanan atau kerikil lalu menelannya hingga tergerus di dalam lambung mereka.

Penerapan Aturan dan Dukungan Pengelola

Regulasi yang melarang penjualan serta penggunaan amunisi timah di Inggris, Wales, dan Skotlandia dijadwalkan mulai berlaku pada April 2029 mendatang. Salah satu pihak yang telah beralih dari penggunaan amunisi timah adalah pengelola rusa di kawasan hutan Teign Valley, Sharif Adams.

Ketua cabang barat daya British Deer Society tersebut menilai keputusan untuk beralih ke amunisi non-toksik merupakan langkah yang sangat mudah diambil. Dirinya menyebutkan bahwa pengelolaan rusa yang dilakukannya berfokus penuh pada upaya konservasi sehingga beralih dari bahan beracun adalah hal yang sangat masuk akal.

Di samping alasan konservasi, terdapat pula pertimbangan praktis di mana para pengepul hasil buruan kini semakin selektif dan hanya menerima rusa yang dilumpuhkan menggunakan amunisi bebas timah. Pasokan daging rusa ke rantai pasok makanan manusia harus memenuhi standar tersebut agar dapat diterima oleh para pengepul.

Penghargaan untuk Kolektif Amunisi

Medali RSPB sebelumnya diserahkan kepada Dr Ruth Cromie dan Profesor Debbie Pain mewakili Lead Ammunition Collective dalam acara rapat umum tahunan lembaga amal tersebut. Sacha Dench menuturkan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan kemitraan luas yang tidak biasa dalam mewujudkan sebuah perubahan nyata.

Ia mengungkapkan bahwa medali dari RSPB merupakan pencapaian yang sangat penting karena sebelumnya pernah diraih oleh tokoh-tokoh besar seperti David Attenborough hingga Raja. Penghargaan tersebut dinilai semakin bermakna karena memberikan pengakuan bukan hanya kepada kelompoknya, melainkan kepada sekumpulan pihak yang sebelumnya jarang dikira dapat bekerja sama dalam bidang konservasi.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *