Sore hari di Anfield dimulai dengan pembicaraan mengenai peluang juara, namun Arsenal justru tampil semakin nyaman seiring berjalannya babak kedua. Pelatih Liverpool Andoni Iraola sebelumnya menepis pertanyaan tentang kredibilitas perburuan gelar timnya dengan menyebut situasinya masih terlalu dini.
Kekecewaan di Anfield
Arsenal merayakan kemenangan mereka di kandang Liverpool setelah menjaga keunggulan lewat gol cepat Kai Havertz. Kemenangan tandang liga pertama di Anfield dalam 14 tahun ini membawa sang juara bertahan unggul tiga poin di puncak klasemen, sementara kubu tuan rumah dipenuhi kemarahan. Virgil van Dijk mendapat kartu kuning karena protes sarkastis kepada wasit Andy Madley, sementara suporter tuan rumah mencemooh kepemimpinan wasit serta taktik licik Arsenal.
Liverpool sebenarnya layak mendapat penalti ketika Jurriën Timber menarik baju Alexander Isak dan mencegahnya menyambut umpan silang Bradley Barcola. Florian Wirtz sempat mengenai mistar gawang pada periode terbaik Liverpool, dan Alexis Mac Allister menyia-nyiakan peluang sundulan bebas dari jarak sepuluh meter. Namun, seiring berjalannya babak kedua, keyakinan atas kemampuan bangkit Liverpool memudar di hadapan lini pertahanan Arsenal yang digalang Gabriel Magalhães dan Declan Rice.
Tanda-tanda kebuntuan skuad mahal Liverpool terlihat jelas ketika Van Dijk terpaksa diplot sebagai penyerang darurat pada menit-menit akhir pertandingan. Ia didukung oleh Isak, Barcola, serta pemain pengganti Lewis Koumas, Victor Muñoz, dan Rio Ngumoha. Untuk pertama kalinya dalam 16 tahun, Liverpool gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dalam sebuah pertandingan Liga Primer.
Peluang dan Debut Trey Nyoni
Keluhan Iraola mengenai dua kekalahan Liverpool musim ini yang dipengaruhi keputusan kontroversial wasit dinilai valid oleh The Guardian. Kendati demikian, ia menyadari timnya perlu membenahi diri untuk berada di pihak yang diuntungkan dalam pertandingan besar. Start yang lambat kembali merugikan Liverpool, ditambah kurangnya penetrasi dan kekuatan bertahan yang menjadi kunci kemenangan Arsenal.
Iraola kembali menunjukkan keberaniannya mempercayai talenta muda dengan memberikan debut sebagai starter di Liga Primer kepada Trey Nyoni. Gelandang berusia 19 tahun tersebut diturunkan sejak menit awal sementara Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai berada di bangku cadangan. Nyoni langsung menunjukkan kehadiran fisiknya di lapangan, termasuk saat melanggar Martin Ødegaard dan Kai Havertz pada awal pertandingan.
Ketenangan Nyoni dalam menguasai bola dan pemahaman taktisnya menjadi aspek paling menjanjikan dari debut penuh sang gelandang. Kendati demikian, kebutuhan Liverpool untuk mengejar ketertinggalan sejak menit ke-16 membuat Iraola memerlukan agresi di sepertiga akhir lapangan, sehingga Nyoni akhirnya digantikan oleh Szoboszlai pada menit ke-59.
Meskipun performa lini serang Liverpool di sepertiga akhir lapangan masih diliputi kekacauan tanpa kejelasan, perbedaan kualitas antara sang juara bertahan dan tim penantang terlihat jelas. Waktu akan membuktikan perkembangan skuad asuhan Iraola tersebut.
Sumber: Football | The Guardian








