Pemerintah tengah mengembangkan proyek Chip Merah Putih sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian industri semikonduktor nasional. Proyek strategis ini melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian, BUMN, hingga perguruan tinggi untuk memperkuat ekosistem teknologi di dalam negeri.
Pengembangan Ekosistem dan Riset Nasional
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa pengembangan Chip Merah Putih harus dilakukan secara terarah, termasuk dalam menyiapkan ekosistem desain, riset, serta sumber daya manusia. Seperti dilaporkan Antara, proses harmonisasi izin prakarsa dari Badan Pengelola (BP) BUMN ditargetkan mulai berjalan sejak November.
Berdasarkan perkembangan terbaru dari Kemdiktisaintek pada awal November, proyek ini telah mencapai tahap penyiapan ekosistem desain bersama sejumlah mitra. Salah satu fasilitas yang dimanfaatkan adalah sandbox desain chip yang dipakai dalam kegiatan hackathon yang diikuti oleh 338 mahasiswa dari 98 tim dan 41 perguruan tinggi.
Selain ekosistem desain, pemerintah turut mendorong penelitian semikonduktor lewat kerja sama dengan beberapa kampus. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menjelaskan bahwa salah satu program riset tersebut ditargetkan rampung pada Mei 2028 untuk menjadi fondasi kemampuan desain chip nasional.
Peta jalan yang disiapkan tidak hanya mencakup pengembangan desain, melainkan juga kemungkinan melangkah ke tahap fabrikasi atau pembuatan chip secara fisik. Pemerintah juga memperhitungkan kebutuhan tenaga ahli guna mendukung industri tersebut.
Peran Sandbox Desain dan Komoditas Strategis
Langkah awal dalam membangun ekosistem ini ditandai dengan peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) pada 27 Juli 2026 di Gedung Subono Mantofani, Kantor Peruri, Jakarta. Fasilitas digital ini diluncurkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap perancangan chip yang sangat penting untuk paspor elektronik, kartu identitas, hingga kartu pembayaran demi keamanan data.
Selama ini, kemampuan merancang chip di Indonesia menghadapi berbagai kendala seperti terbatasnya tenaga ahli, perangkat kerja yang mahal, serta minimnya akses fasilitas praktikum. Melalui platform yang dapat diakses secara gratis lewat peramban web ini, mahasiswa, peneliti, industri, hingga perusahaan rintisan dapat belajar dan menguji rancangan tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk produksi fisik.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko mengatakan fasilitas tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia. “Melalui perancangan chip secara mandiri, PERURI berkomitmen menghadirkan standar keamanan tertinggi untuk melindungi dokumen serta data strategis bangsa dari ancaman siber, sekaligus mendorong efisiensi devisa dan memperkokoh posisi Indonesia di ekosistem semikonduktor global,” ujar Teguh dalam keterangan resmi Peruri pada akhir Juli.
Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai bahwa semikonduktor merupakan komoditas strategis yang sangat berpengaruh terhadap persaingan teknologi global. “Chip bukan lagi sekadar produk industri, melainkan komoditas strategis penentu dominasi global,” kata Faisol saat peluncuran sandbox pada Juli lalu.
Faisol menambahkan bahwa pengembangan semikonduktor sejalan dengan rencana pemerintah menyusun peta jalan ekosistem industri chip. Peta jalan ini termasuk rencana pembangunan pusat data kecerdasan buatan atau AI Data Center nasional yang memerlukan pasokan chip dalam jumlah besar.
Saat ini, pemerintah masih terus membahas kerangka kebijakan serta koordinasi antarlembaga guna memastikan arah pengembangan industri semikonduktor berjalan optimal.








