Politik

Kandidat Independen Tantang Politisi Republik di Alaska

Kandidat Independen Tantang Politisi Republik di Alaska

Di tengah upaya Partai Republik mempertahankan mayoritas tipis di Kongres Amerika Serikat, sebuah tantangan unik muncul di Alaska. Bukan dari seorang Demokrat, ancaman tersebut datang dari Bill Hill, seorang nelayan komersial independen sekaligus kandidat pendatang baru yang mengincar kursi tunggal DPR AS di negara bagian tersebut.

Fokus Kampanye pada Isu Keterjangkauan

Bill Hill, seorang penduduk asli Alaska yang memiliki latar belakang di bidang pendidikan dan konstruksi, memposisikan dirinya sebagai kandidat kelas pekerja. Ia bertekad memperjuangkan biaya hidup yang lebih terjangkau bagi masyarakat yang merasakan tekanan ekonomi akibat tingginya harga bahan bakar minyak.

Seperti dilaporkan World news | The Guardian (theguardian.com), lonjakan harga bahan bakar dirasakan langsung oleh Hill di kota asalnya, Naknek. “Ketika tongkang bahan bakar musim semi tiba di kota asal saya di Naknek musim semi ini, saya beralih dari membayar $118 untuk mengisi truk saya menjadi lebih dari $200,” kata Hill. “Bensin kami naik dari $6,70 per galon menjadi hampir $9 per galon.”

Kampanye Hill untuk merebut kursi dari anggota Kongres dari Parta Republik, Nick Begich, semakin menunjukkan momentum menjelang pemilu 3 November. Laporan dari Cook Political Report menggeser peta persaingan dari kategori “cenderung Republik” menjadi “cenderung ke arah Republik”, sementara Komite Kampanye Demokratik Kongres memasukkan perlombaan ini ke dalam program “merah ke biru” pada bulan September lalu.

Di Alaska, persaingan ini diwarnai oleh sistem pilihan berjenjang di mana Begich menjadi satu-satunya kandidat Republik dalam pemilu empat kandidat. Kehadiran kandidat Demokrat Eric Hafner, yang sedang menjalani hukuman di penjara federal di New York dan tidak memiliki keterkaitan dengan wilayah tersebut, dinilai dapat mempersulit jalur pencalonan Hill.

Kesenjangan Kekayaan dan Isu Pekerja

Hill menyoroti perbedaan latar belakang ekonomi yang kontras antara dirinya dan lawannya. Dengan aset yang dilaporkan senilai $119.000, Hill menyebut lawannya sebagai “miliarder multijutawan” yang memiliki kekayaan setidaknya $7,4 juta.

Kantor Begich tidak memberikan tanggapan atas beberapa permintaan komentar, namun juru bicara kantor kongresnya, Silver Prout, sebelumnya membantah bahwa kekayaan pribadi mempengaruhi rekam jejak legislatif Begich kepada Anchorage Press melalui surel. Begich sendiri memuji pengesahan Undang-Undang One Big Beautiful Bill milik Trump sebagai kemenangan transformatif serta terus mendukung kebijakan perang di Iran.

Sebagai seorang penduduk asli Dena’ina Athabascan yang bekerja sebagai nelayan sejak usia delapan tahun, Hill juga membawa latar belakang sebagai pekerja konstruksi serikat buruh dan pengajar selama 25 tahun. Alaska memiliki salah satu tingkat kepadatan serikat buruh tertinggi di Amerika Serikat dengan 18,1 persen pekerja menjadi anggota serikat pada 2025.

Lebih dari 20 organisasi buruh, termasuk Alaska AFL-CIO, telah memberikan dukungan kepada Hill. Sebaliknya, Begich menandatangani Undang-Undang Hak untuk Bekerja Nasional dan memiliki skor penilaian seumur hidup nol persen dari AFL-CIO.

“Serikat pekerja membutuhkan lebih banyak dukungan di Kongres, dan kita melihat serangan yang mencoba meruntuhkan kekuasaan mereka di negara ini,” ujar Hill.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *