Daftar Isi
Kabar duka datang dari industri kuliner Indonesia atas berpulangnya pendiri rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti, Hj. Suharti, yang meninggal dunia pada usia 86 tahun. Jenama kuliner asal Yogyakarta tersebut memiliki rekam jejak panjang yang dibangun lewat kerja keras sejak 1950-an hingga berhasil membuka banyak cabang di berbagai daerah.
Rintisan Awal Menggunakan Sepeda dan Hubungan dengan Mbok Berek
Perjalanan usaha Suharti bermula sekitar 1956 saat ia masih menginjak usia 26 tahun. Sebelum memiliki tempat makan permanen, ia menjajakan ayam goreng dengan mengayuh sepeda tua dan membawa bakul berukuran besar dari Yogyakarta sampai Surakarta. Dalam merintis usaha keliling tersebut, Suharti mendapatkan pendampingan dari sang ayah.
Keahlian memasak yang dimiliki Suharti berkaitan erat dengan sejarah kuliner ayam goreng di Yogyakarta. Ia adalah cucu dari Mbok Berek, perintis hidangan ayam goreng terkenal di daerah tersebut. Kendati menguasai resep bumbu khas dari keluarganya, Suharti memilih memulai usahanya sendiri dari bawah daripada sekadar mengandalkan ketenaran nama sang nenek.
Perkembangan Usaha hingga Terbagi Menjadi Dua Entitas
Dukungan terhadap usaha Suharti semakin menguat setelah ia menikah dengan Syahlan pada 1961. Pasangan suami istri tersebut kemudian membeli sebidang tanah seluas kira-kira 900 meter persegi di kawasan Maguwoharjo, Yogyakarta, pada 1968. Di lokasi inilah mereka mendirikan tempat makan yang mulai menerima pelanggan sekitar 1972 dengan nama Ayam Goreng Mbok Berek, sebelum akhirnya berganti identitas menggunakan nama Suharti sendiri.
Kebersamaan dalam mengelola usaha kuliner itu menemui ujian saat biduk rumah tangga keduanya berujung perpisahan. Dampak dari perceraian tersebut membuat bisnis terpecah menjadi dua merek dagang berbeda, yaitu Ayam Goreng Suharti yang dikelola langsung oleh Suharti dan Ayam Goreng Ny. Suharti yang dijalankan oleh Syahlan.
Identitas Logo Wajah dan Pengelolaan Generasi Penerus
Untuk menegaskan perbedaan dan mencegah peniruan, Suharti memilih potret wajahnya sendiri sebagai lambang restoran. Hak atas nama Rumah Makan Ayam Goreng Suharti resmi dikantonginya pada 1992, lengkap dengan logo foto diri yang ikonik. Sementara itu, Ayam Goreng Ny. Suharti menggunakan gambar ayam goreng sebagai ciri visual usahanya.
Setelah sekian lama berjalan masing-masing, dua jenama ayam goreng tersebut kini telah kembali berada di bawah satu payung manajemen. Berdasarkan keterangan di akun Instagram ayamgorengsuhartiofficial, operasional bisnis saat ini dipegang bersama oleh anak-anak dari pernikahan Suharti dan Syahlan.
Sumber: Food - Detikcom






