Daftar Isi
Manajer Nottingham Forest, Oliver Glasner, secara terbuka menuntut perubahan menyeluruh di seluruh lini klubnya menyusul kekalahan 0-2 dari Brentford dalam laga Premier League. Hasil pada Sabtu tersebut membuat Forest tertahan di posisi kedua dari bawah klasemen dengan hanya mengemas enam poin dari sembilan pertandingan awal musim ini, yang berujung pada sorakan cemoohan dari para pendukung.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Glasner mengakui bahwa tren performa timnya sangat tidak memuaskan setelah menelan empat kekalahan dalam lima laga terakhir. Ia menegaskan tidak akan lagi memberikan kompromi dan siap mengubah pendekatannya secara radikal demi membawa klub keluar dari situasi sulit.
Tanggung Jawab Pribadi dan Pembenahan Total
Glasner menyatakan bahwa seluruh keputusan teknis berada di bawah wewenangnya, sehingga tanggung jawab atas hasil buruk tersebut sepenuhnya berada di pundaknya. Menurut Glasner, Nottingham Forest harus melakukan pembenahan serta pembangunan ulang secara menyeluruh dari tingkat bawah hingga atas.
Ia juga menyoroti siklus pergantian manajer di klub yang terus berulang tanpa menyelesaikan masalah utama. Glasner menilai bahwa mengajukan pertanyaan yang sama kepada manajer kelima tidak akan membawa perubahan jika tim tidak mengubah pola yang ada, yang pada akhirnya hanya akan berujung pada pemanggilan manajer keenam.
Terkait ancaman pemecatan dari pemilik klub, Evangelos Marinakis, Glasner mengaku tidak merasa khawatir. Ia menegaskan tidak membutuhkan simpati dari siapa pun dan merasa siap untuk melatih di klub lain dalam kurun dua minggu jika manajemen memutuskan untuk mengakhiri kerjanya.
Ketegasan Disiplin dan Komitmen Skuad
Glasner menuntut komitmen penuh dari para pemain dan staf untuk mengikuti arah perbaikan yang ditetapkannya. Ia menegaskan bahwa pemain yang tidak bersedia berkomitmen penuh harus keluar dari tim, karena metode yang lebih halus seperti memberikan pelukan seusai kekalahan terbukti tidak membuahkan hasil.
Ketegasan sikap tersebut ditunjukkan Glasner saat mengungkapkan bahwa ia menolak permintaan seorang pemain yang ingin pulang secara terpisah dari London menuju Nottingham. Sambil memukul meja konferensi pers, ia menegaskan bahwa semua pemain wajib naik bus rombongan bersama tim tanpa ada pengecualian.
Glasner menyadari bahwa proses pembenahan tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat. Namun, ia menilai dinamika di Premier League sering kali menuntut hasil serba instan, yang membuat manajemen klub sebelumnya kerap mengganti manajer tanpa menyentuh akar permasalahan.
Sorotan Media dan Relevansi dengan Manchester United
Seperti dilaporkan Football365, konferensi pers Glasner yang penuh dengan penilaian jujur menarik perhatian publik dan memicu perbandingan dengan situasi di Manchester United. Sikap blak-blakan Glasner dinilai menyerupai pernyataan Ralf Rangnick pada April 2022 yang menyebut Setan Merah memerlukan pembedahan menyeluruh.
Glasner sendiri sebelumnya sempat masuk dalam bursa calon manajer Manchester United ketika Michael Carrick diangkat sebagai pelatih interim menyusul pemecatan Ruben Amorim. Meski demikian, Football365 menilai jajaran pimpinan Manchester United seperti Sir Jim Ratcliffe maupun keluarga Glazer cenderung lebih memilih figur seperti Eddie Howe yang dinilai tidak akan memicu gejolak internal.
Football365 juga mengulas bahwa pernyataan keras Glasner berpotensi direspons tegas oleh Marinakis menjelang jeda internasional. Kendati demikian, Glasner menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memikul tanggung jawab untuk memaksimalkan potensi skuad dan membawa kesuksesan bagi Nottingham Forest.








