Sebanyak 14 remaja nekat mendaki Gunung Merapi melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, di tengah status penutupan jalur pendakian. Petugas berhasil mengamankan 11 orang di antaranya dalam kegiatan patroli yang dilakukan pada Sabtu sore.
Penangkapan Remaja dan Identifikasi Pelanggar
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Tutut Heri Wibowo, menjelaskan bahwa dari total 14 orang tersebut, sebanyak 11 remaja berhasil dibawa ke posko untuk diamankan seperti dilaporkan detikJogja. Sementara itu, tiga remaja lainnya langsung diantar pulang oleh warga karena kondisi tubuh yang kurang sehat atau sakit. Kendati demikian, petugas telah mencatat identitas ketiganya untuk proses lebih lanjut.
Heri memperkirakan para pelanggar tersebut merupakan anak-anak sekolah yang berkisar dari usia Sekolah Menengah Atas hingga tingkat mahasiswa dengan asal daerah dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebagai tindakan awal, petugas menyita telepon seluler serta kartu identitas para remaja tersebut untuk kemudian dipanggil kembali ke Balai TNGM.
Pihak TNGM akan meminta keterangan lebih mendalam terkait cara mereka bisa masuk ke kawasan terlarang tersebut serta menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak luar atau agen perjalanan. Pendekatan persuasif dipilih dalam penanganan awal ini mengingat para pelaku masih berusia muda dan baru pertama kali melakukan pelanggaran.
Sanksi Sosial dan Status Gunung Merapi
Meskipun menggunakan pendekatan persuasif, para remaja tersebut tetap dijatuhi sanksi sosial berupa kewajiban membersihkan kawasan wisata TNGM secara berkala selama jangka waktu tertentu. Hukuman tersebut mewajibkan mereka datang seminggu tiga kali untuk membersihkan area wisata dengan pelaksanaan yang bisa berlangsung hingga tiga bulan tergantung penerapan sanksi.
Heri menyatakan keprihatinannya karena aksi pendakian secara ilegal masih terus berulang di Gunung Merapi. Jalur pendakian sendiri sudah ditutup sejak tahun 2018 mengingat status gunung tersebut masih berada di Level III atau Siaga yang dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan.
Pihak TNGM terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar menunda niat melakukan pendakian demi mengutamakan keselamatan diri sampai ada pengumuman resmi bahwa kondisi alam sudah dinyatakan aman.
Sumber: Travel - Detikcom








