Transportasi

Pemeriksaan Koper Bandara Bangkok Temukan Ribuan Barang

Pemeriksaan Koper Bandara Bangkok Temukan Ribuan Barang

Penumpang pesawat yang melalui Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand, diimbau lebih teliti memeriksa barang bawaan sebelum melakukan check-in. Otoritas keamanan bandara mendapati sebanyak 1.122 barang terlarang di dalam koper penumpang hanya dalam kurun waktu satu pekan.

Aturan Pemeriksaan Bagasi Baru di Thailand

Temuan tersebut tercatat pada rentang tanggal 16 hingga 22 Oktober, yang menandai minggu pertama pemberlakuan prosedur pemeriksaan bagasi yang diperbarui. Berbagai benda yang terjaring antara lain power bank, korek api, rokok elektronik atau vape, beserta aneka benda lain yang dilarang dimasukkan ke dalam bagasi tercatat.

Berdasarkan pemberitaan CNN Indonesia yang mengutip The Thaiger, kebijakan ini mengizinkan petugas keamanan membuka bagasi penumpang tanpa harus menghadirkan pemiliknya manakala hasil pemindaian memunculkan kecurigaan atau potensi bahaya bagi keselamatan penerbangan. Dahulu, petugas harus mencari pemilik koper untuk meminta pembukaan bagasi secara langsung. Mekanisme mutakhir ini dirancang agar pemeriksaan berjalan lebih sigap tanpa memicu penundaan jadwal lepas landas pesawat.

Kendati demikian, Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) menekankan bahwa pembukaan koper tidak dijalankan sembarangan. Tindakan tersebut hanya berlangsung tatkala muncul indikasi mencurigakan dan wajib dikerjakan di lokasi khusus yang terkendali.

Seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut harus didokumentasikan lewat rekaman kamera. Di samping itu, petugas diwajibkan menyisipkan surat pemberitahuan di dalam koper yang telah dibuka agar pemilik barang mengetahui bagasi mereka sudah diperiksa.

Imbauan dan Tips untuk Penumpang

Berlakunya aturan anyar ini menuntut para pelintas udara agar lebih cermat menata barang, khususnya benda-benda yang terikat regulasi penerbangan khusus. Merujuk laporan VNExpress yang dilansir CNN Indonesia, power bank serta baterai litium cadangan wajib ditempatkan di dalam bagasi kabin alih-alih bagasi tercatat.

Pihak Bandara Don Mueang turut menganjurkan penumpang agar memakai gembok koper yang selaras dengan standar Transportation Security Administration (TSA). Model gembok ini memungkinkan petugas membuka koper memakai kunci khusus serta menguncinya kembali seusai pemeriksaan tuntas.

Sebaliknya, pemakaian gembok konvensional berpotensi memaksa petugas memotong pengaman koper apabila pemeriksaan lanjutan mendesak untuk dilakukan. Pelaksana Tugas Direktur Bandara Don Mueang, Pokpong Suwanmolee, menyatakan bahwa pihaknya bakal konsisten mempertahankan prosedur pemeriksaan tersebut serta meminta kerja sama dari para penumpang demi keamanan penerbangan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *