Lifestyle

Sembilan Barista Bersaing di Final Ellenka Barista Festival

Sembilan Barista Bersaing di Final Ellenka Barista Festival

Sebanyak sembilan barista dari berbagai daerah bersaing ketat dalam babak puncak Ellenka Barista Festival 2026 untuk memperebutkan hadiah utama berupa mobil listrik mewah. Kompetisi peracikan kopi tingkat nasional ini diselenggarakan di Center Court 1, Puri Indah Mall 1, Jakarta, pada Minggu (1/11/2026), setelah melewati rangkaian penyisihan sejak 29 Oktober lalu.

Tantangan Open Service dan Para Finalis

Para finalis yang lolos terdiri dari tiga peserta asal Jakarta, dua dari Bandung, dua dari Makassar, serta masing-masing satu peserta dari Surabaya dan Bali. Dalam babak akhir ini, seperti dilaporkan detikcom, para peserta menghadapi tantangan bertajuk Open Service dengan meracik serta menyajikan dua jenis minuman kepada tiga juri profesional dalam bentuk simulasi pelayanan kafe.

Dewan juri yang menilai kemampuan para finalis terdiri dari Hendri Kurniawan, Viki Rahardja, dan Donna yang berpengalaman di bidang kompetisi kopi, teknik penyajian, serta pengembangan keahlian barista. Masing-masing peserta menunjukkan kebolehan meracik minuman dengan kekhasan tersendiri, seperti Bernard Galih dari Jakarta yang menyajikan Bajigur dan Coconut Comb, serta Raja Prawira yang menghadirkan Wedang After Hour dan Teng-Teng Cream.

Peserta asal Makassar, Fadly Fais, meracik Es Kopi Pistachio dan Cening Napasse, sementara Iqbal Gana dari Bandung menampilkan menu Klepon dan Spanish Bisquit. Perwakilan Bali, I Gusti Kade, membawa menu Pistachio Harmony dan Barcly, sedangkan Anizur Rofiq dari Surabaya menyuguhkan The Darkness serta The Brightness.

Peserta lainnya dari Bandung, Fajar Maulana, memilih Wedang Jahe Coconut dan Coco Pandan, diikuti Restoe Faisal dari Makassar dengan kreasi Kopi Susu dan Bolu Cukke. Sementara itu, Satrio Minhajurachman asal Jakarta menuntaskan tantangan penyajian dalam durasi sebelas menit lima puluh tujuh detik.

Kreativitas dan Hadiah Utama

Ajang adu racik ini tidak sekadar menilai teknik pembuatan seni latte atau teknik penyeduhan kopi dasar. Kompetisi menuntut para finalis untuk membuktikan kreativitas, penguasaan produk, keahlian penyajian, serta kemampuan memberikan pengalaman berkesan bagi konsumen melalui minuman yang disajikan.

Kepala Juri Hendri Kurniawan menyatakan bahwa aspek kreativitas menduduki posisi penting dalam penilaian, termasuk mencari kreasi minuman yang memiliki potensi tinggi untuk menjadi produk komersial terlaris di pasaran.

Persaingan memperebutkan gelar juara semakin ketat lantaran pemenang utama berhak mendapatkan satu unit mobil listrik Wuling Eksion. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah penunjang lain seperti mesin kopi, logam mulia, serta uang tunai dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *