Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menanggapi wacana pemutusan jalur internet yang sempat disinggung pihak Singapura. Meutya menilai publik tidak perlu geram karena Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menuju Singapura melintasi wilayah perairan Indonesia, sehingga tindakan pemutusan juga akan berdampak langsung pada Singapura.
Peta dan Jaringan Kabel Bawah Laut
Seperti dilaporkan detikcom, jaringan kabel laut Indonesia terhubung dengan tiga benua, yaitu Asia, Amerika, dan Australia. Pengoperasian bentangan kabel tersebut melibatkan PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), selaku anak perusahaan PT Telkom Indonesia, serta sejumlah perusahaan nasional dan asing lain seperti Biznet hingga Meta.
Data Submarine Cable Map per 22 Oktober 2026 mencatat puluhan jalur SKKL eksisting yang melintasi Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi Apricot, Australia-Singapore Cable (ASC), Bifrost, Echo, Indonesia Global Gateway (IGG) System, SeaMeWe-5, serta jaringan Palapa Ring Paket Barat, Tengah, dan Timur.
Panjang Lintasan dan Data Koridor Nasional
Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat Indonesia memiliki bentangan SKKL mencapai 131.325,99 kilometer. Infrastruktur ini mengangkut sekitar 99 persen lalu lintas data nasional dan menjadi penopang utama layanan pemerintahan, kegiatan ekonomi, serta komunikasi digital masyarakat.
Selain itu, Direktorat Perencanaan Ruang Perairan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menghimpun data bersama Kominfo, ESDM, Kemenhub, Pushidrosal, dan ASKALSI mencatat total 329 jalur kabel yang terkompilasi dalam 217 Segmen Jalur Kabel bawah laut nasional. Jumlah tersebut terdiri atas 218 jalur kabel eksisting SKKL, 46 jalur kabel eksisting PLN, 3 jalur kabel deteksi tsunami milik BPPT, serta 62 jalur baru SKKL. Angka ini belum mencakup lintasan kabel internasional yang melintasi perairan Indonesia.
Sumber: Inet - Detikcom








