Lifestyle

Tips Bikin Kostum Halloween Ramah Lingkungan Tanpa Beli Baru

Tips Bikin Kostum Halloween Ramah Lingkungan Tanpa Beli Baru

Keseruan perayaan Halloween tidak harus didapatkan dengan membeli kostum baru atau menghasilkan banyak sampah plastik sekali pakai. Para ahli membagikan panduan untuk merancang kostum kreatif yang ramah lingkungan hanya dengan memanfaatkan barang-barang yang sudah tersedia di rumah.

Mencari Inspirasi Kreatif di Rumah

Direktur artistik sekaligus co-CEO Polyglot Theatre, Cat Sewell, mengatakan bahwa keseruan Halloween sesungguhnya bersumber dari waktu yang dihabiskan untuk bermain, merancang kostum yang unik, serta sensasi berjalan-jalan di lingkungan sekitar bersama keluarga. Menurutnya, nilai utama perayaan tersebut terletak pada ikatan komunitas dan suasana kebersamaan di jalanan, bukan pada kemewahan kostum baru.

Pendiri Conscious Costume, Kristen Ahern, menyatakan bahwa komitmen dan rasa senang merupakan kunci utama dalam menciptakan penampilan yang menarik tanpa terjebak pada tren komersial. Ahern menyarankan agar masyarakat tidak terpaku pada karakter waralaba atau budaya pop, melainkan menciptakan karakter fantasi sendiri dari kotak pakaian dan barang bekas yang ada.

Gaya berbusana ala “DisneyBounding” juga dapat menjadi sumber inspirasi, yaitu mengenakan pakaian sehari-hari dengan warna dan gaya yang menyerupai karakter favorit tanpa harus memakai kostum utuh. Selain itu, bertukar aksesori atau properti dengan teman menjadi cara cepat dan berkelanjutan agar setiap orang bisa mendapatkan sesuatu yang baru tanpa pengeluaran berlebih.

Memanfaatkan Bahan Sederhana dan Riasan Wajah

Penggunaan material sederhana yang fleksibel seperti kertas, kain perca, syal, atau serbet menjadi pilihan tepat untuk merancang kostum dengan cepat. Kertas berbagai ketebalan dapat dilipat atau diremas untuk membentuk telinga hewan, ekor, hingga topi berbentuk unik, sementara selotip, karet gelang, dan alat peniti berfungsi untuk merekatkan seluruh bagian.

Perancang busana dari Cospro, Nick Wakerley, menjelaskan bahwa riasan wajah dan tatanan rambut mampu mengubah pakaian biasa menjadi kostum yang luar biasa tanpa harus merusak kain. Wakerley mencontohkan penggunaan kemeja putih, celana hitam, rambut disisir ke belakang, serta polesan lipstik merah di sudut bibir yang didukung dengan gestur tubuh sudah cukup untuk menampilkan sosok vampir.

Perancang busana Paula Levis menambahkan bahwa kombinasi kotak kostum dengan barang-barang rumah tangga dari kotak P3K atau perlengkapan pertukangan dapat menghasilkan tampilan yang mengerikan namun menakjubkan. Seorang anak dapat diubah menjadi mumi menggunakan perban medis lama, atau mengenakan pakaian hitam dengan selotip putih untuk membentuk kerangka tubuh.

Levis mengingatkan agar orang tua tidak perlu merasa harus selalu membeli kostum baru di toko karena keyakinan tidak kreatif, melainkan cukup memanfaatkan kreativitas dengan apa yang sudah dimiliki di rumah. Menggunakan kembali barang-barang yang ada merupakan pilihan terbaik bagi perkembangan anak, kesejahteraan, hubungan keluarga, serta kelestarian bumi.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *