Teknologi

Google Korbankan Sumber Duit Demi Kembangkan AI Besar-Besaran

Google Korbankan Sumber Duit Demi Kembangkan AI Besar-Besaran
Daftar Isi
  1. Pertumbuhan Pendapatan Mesin Pencari Melambat
  2. Perluasan Iklan AI Overviews ke Pasar Global
  3. Perubahan Perilaku Pengguna Akibat AI

Google menjadi salah satu perusahaan yang sangat masif mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau AI. Namun, langkah ambisius ini berdampak langsung pada pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Pertumbuhan Pendapatan Mesin Pencari Melambat

Selama bertahun-tahun, mesin uang utama Google berasal dari layanan mesin pencariannya yang terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir, tren pertumbuhan pendapatan tersebut justru berbalik dan mulai melambat.

Pada kuartal ketiga, pendapatan Google Search tercatat bertumbuh sebesar 12 persen. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kuartal pertama dan kedua yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen dan 17 persen.

Perluasan Iklan AI Overviews ke Pasar Global

Di tengah situasi perlambatan tersebut, Google memastikan kehadiran iklan dalam fitur AI Overviews bagi pengguna di pasar internasional. Perusahaan juga memasukkan iklan multi-turn serta mode AI ke wilayah Amerika Serikat.

Chief Business Officer Google, Philipp Schindler, mengatakan perusahaan kini memperluas jangkauan iklan berkualitas tinggi pada AI Overviews dalam mode AI ke lebih banyak pengguna dan kueri, seperti dilaporkan Yahoo Finance dan dikutip CNBC Indonesia pada Senin (2/11/2026).

Google menyatakan hasil awal dari format terbaru ini menunjukkan kesuksesan. Menurut Schindler, tingkat klik-tayang pada produk untuk mode AI bersponsor sudah sebanding dengan daftar organik, dan hasil riset menunjukkan pengguna menilai iklan tersebut relevan.

Perubahan Perilaku Pengguna Akibat AI

Sementara itu, CEO Google Sundar Pichai menyatakan para pengguna kini semakin banyak memanfaatkan fitur AI untuk melakukan pencarian. Kehadiran fitur tersebut juga menunjukkan adanya pergeseran pola penggunaan layanan Search.

Salah satu perubahan yang terlihat adalah kemunculan kueri yang jauh lebih panjang serta kompleks dibandingkan pencarian tradisional. Tercatat satu dari lima pencarian Mode AI secara global berkaitan dengan suara, gambar, atau dokumen, sementara pencarian visual di Google telah melampaui 50 miliar per bulan.

Pichai menyampaikan pertumbuhan Search melaju dengan sangat cepat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, meskipun ia tidak merinci angka pastinya. Search menghadirkan manfaat AI pada lebih banyak orang dibandingkan produk lain manapun di dunia, ujarnya kepada para investor.

Secara keseluruhan, Google melaporkan total pendapatan sebesar US$127,6 miliar atau setara dengan Rp2.316 triliun selama kuartal III-2026, yang menunjukkan lonjakan sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *