Kepolisian mulai melakukan penangkapan dalam demonstrasi massal pertama yang menentang pelarangan kelompok Palestine Action di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Battersea, London selatan. Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh lebih dari seratus orang yang berkumpul sambil membawa poster bertuliskan penolakan terhadap genosida dan dukungan bagi kelompok tersebut.
Peringatan Keras dan Penangkapan oleh Kepolisian
Sebelum aksi di London berlangsung, pihak Kepolisian Metropolitan telah memberikan peringatan bahwa para peserta menghadapi risiko penangkapan dalam operasi pengamanan yang ketat. Aksi serupa juga dijadwalkan berlangsung di dekat konsulat AS di kawasan Holyrood, Edinburgh.
Komandan Adam Slonecki, yang memimpin operasi pengamanan, menyatakan bahwa seluruh pihak yang berniat menghadiri kegiatan tersebut memahami bahwa mendukung organisasi terlarang adalah tindakan melanggar hukum. “Mereka pada dasarnya berkumpul untuk dengan sengaja melakukan kejahatan,” ujar Slonecki.
Ia menambahkan bahwa siapa pun yang dinilai berperan penting dalam mengorganisir acara, memberikan instruksi kepada orang lain, atau menyediakan dukungan logistik, sangat berpotensi melakukan tindak pidana dan menghadapi tindakan penegakan hukum.
Respons Penyelenggara Demonstrasi
Kelompok Defend Our Juries, yang bertindak sebagai penyelenggara aksi unjuk rasa tersebut, menanggapi langkah kepolisian dengan menyebut bahwa pihak kepolisian takut memicu rasa malu bagi Amerika Serikat.
Pihak berwenang menyatakan rincian lebih lanjut mengenai perkembangan situasi ini akan segera disampaikan menyusul operasi penegakan hukum yang sedang berjalan di lokasi kejadian.
Sumber: World news | The Guardian








