luar negeri

Protes Gen Z Digelar di Jerman, Tuntut Isu Sosial dan Iklim

Protes Gen Z Digelar di Jerman, Tuntut Isu Sosial dan Iklim
Daftar Isi
  1. Tuntutan Utama dan Kekhawatiran Keamanan
  2. Aturan Hukum Unjuk Rasa di Jerman
  3. Situasi di Prancis dan Sejarah Demonstrasi Jerman

Para pemuda dari generasi Z di Jerman bersiap menggelar aksi unjuk rasa massal di sekitar 34 kota pada hari Sabtu. Penyelenggara memperkirakan lebih dari 170.000 orang akan ambil bagian dalam gerakan yang digalang oleh inisiatif anak muda “Gen Z regelt” ini.

Tuntutan Utama dan Kekhawatiran Keamanan

Para demonstran menyuarakan sejumlah tuntutan mulai dari penambahan dana untuk sekolah, langkah-langkah menurunkan biaya hidup, keadilan sosial yang lebih besar, hingga perlindungan iklim yang lebih kuat. Selain itu, mereka juga menolak kemungkinan diberlakukannya kembali wajib militer di negara tersebut. Gelombang aksi ini terinspirasi dari aksi serupa yang dilakukan oleh anak muda di negara-negara Eropa lainnya, terutama Prancis.

Pihak berwenang menyatakan belum ada bukti terkait rencana kekerasan, namun Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah politisi konservatif dari Partai Demokrat Kristen (CDU) pimpinan Kanselir Friedrich Merz memperingatkan potensi kelompok ekstremis yang dapat menunggangi aksi tersebut. Di sisi lain, penyelenggara aksi menegaskan bahwa protes akan berlangsung damai dan mengkritik fokus aparat yang terlalu mengkhawatirkan isu kekerasan ketimbang mendengarkan substansi tuntutan mereka.

Dukungan terhadap aksi ini juga datang dari sejumlah politisi, termasuk Ketua Fraksi Partai Hijau di parlemen, Katharina Dröge, yang menyatakan kepada kantor berita DPA bahwa para pemuda merasa geram karena pemerintah federal tidak cukup serius mendengarkan aspirasi mereka. Pemimpin Partai Kiri, Luigi Pantisano, turut menilai waktu unjuk rasa ini sudah tepat di tengah rencana reformasi sistem perawatan dan pensiun pemerintah yang ia sebut sebagai bentuk kekejaman sosial.

Aturan Hukum Unjuk Rasa di Jerman

Berdasarkan konstitusi atau Hukum Dasar Jerman, masyarakat memiliki hak fundamental untuk berkumpul di ruang publik selama kegiatan tersebut berlangsung damai dan tidak membawa senjata. Meskipun demikian, sejumlah negara bagian memiliki undang-undang perkumpulan sendiri yang memuat pembatasan tambahan, seperti larangan berunjuk rasa di jalan tol di negara bagian Rhine-Westphalia Utara.

Undang-undang federal mewajibkan penyelenggara unjuk rasa untuk memberitahukan kepada otoritas lokal yang berwenang paling lambat 48 hari sebelum undangan terbuka disebarkan, agar pihak berwenang dapat menyiapkan langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Unjuk rasa spontan tetap diperbolehkan apabila menyangkut isu mendesak, sementara perkumpulan di dalam ruangan tidak memerlukan pemberitahuan.

Situasi di Prancis dan Sejarah Demonstrasi Jerman

Aksi unjuk rasa pemuda di Jerman berlangsung bersamaan dengan gelombang protes biaya hidup dan pendidikan yang masih melanda Prancis. Otoritas Prancis mengerahkan sekitar 70.000 petugas kepolisian untuk mengawasi sekitar 150 aksi di seluruh negeri demi mencegah terulangnya kerusuhan dan perusakan fasilitas umum seperti yang terjadi pada demonstrasi 17 Oktober sebelumnya.

Jerman sendiri memiliki catatan sejarah panjang terkait demonstrasi berskala besar, termasuk aksi pada tahun 1983 ketika 250.000 orang berkumpul di Bonn untuk menolak penempatan rudal nuklir Amerika Serikat oleh NATO. Rekor tersebut kemudian dilampaui oleh aksi unjuk rasa di Berlin pada tahun 2003 menentang invasi Irak yang diikuti oleh sekitar setengah juta orang.

Rangkaian aksi unjuk rasa Gen Z ini terus dipantau perkembangannya di berbagai kota di seluruh wilayah Jerman.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *