Lifestyle

Pemenang Penghargaan Drone: Lanskap Menakjubkan hingga Pengungsian

Pemenang Penghargaan Drone: Lanskap Menakjubkan hingga Pengungsian
Daftar Isi
  1. Industri Pembongkaran Kapal di Bangladesh
  2. Ladang Karpet dan Air Terjun Megah di Asia
  3. Gurun Vulkanik, Danau Soda, dan Permukiman Rohingya

Siena Drone Photo Awards 2026 kembali menampilkan pemandangan dari udara yang memperlihatkan lanskap planet Bumi, kehidupan, serta kisah manusia yang tersembunyi dari permukaan tanah. Kontes tahun ini menyoroti berbagai potret pemenang dan karya yang mendapat pujian tinggi, dengan fokus khusus pada wilayah-wilayah di Belahan Bumi Selatan.

Industri Pembongkaran Kapal di Bangladesh

Sebuah kapal pengangkut gas alam cair yang terdampar di lumpur pesisir Teluk Benggala berhasil mengantarkan fotografer George Steinmetz meraih penghargaan tertinggi sebagai pemenang utama Siena Drone Photo Awards 2026. Dalam wawancara dengan NPR Topics: News (npr.org), Steinmetz mengatakan bahwa dirinya telah lama tertarik pada industri pembongkaran kapal di Bangladesh, tempat kapal-kapal besar dari seluruh dunia dibongkar untuk dimanfaatkan kembali materialnya.

Steinmetz menjelaskan bahwa ia menerbangkan dronenya di utara Chattogram sepanjang jalur pantai sejauh 13 mil untuk mendokumentasikan skala daur ulang yang masif tersebut. Pengambilan gambar ini tidak mudah karena galangan kapal kerap diawasi ketat dan mendapat kritik dari kelompok lingkungan maupun buruh terkait polusi serta kondisi kerja yang berbahaya. Setelah mendapat izin pemilik kapal, ia memilih momen air surut agar bentuk kapal tampak menyerupai pesawat ruang angkasa di tengah lumpur, dengan para pekerja yang terlihat kecil bagaikan semut guna memperlihatkan ukuran kapal yang luar biasa besar.

Ladang Karpet dan Air Terjun Megah di Asia

Di Turki selatan, ribuan karpet buatan tangan yang dijemur di bawah terik matahari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mendapatkan warna pudar yang dicari, berhasil diabadikan oleh fotografer dokumenter Dilek Yurdakul. Foto yang merekam hamparan warna-warni dari udara tersebut berhasil meraih tempat pertama dalam kategori Manusia, sekaligus menjadi metafora visual mengenai ketidaktlihatan kerja keras para perajin Anatolia.

Sementara itu dalam kategori Alam, potret Air Terjun Tumpak Sewu di Jawa Timur karya Colas Decloitre mendapat commendation atau pujian tinggi dari dewan juri. Foto tersebut memperlihatkan air terjun berbentuk tapal kuda yang tumpah dari tebing pada saat matahari terbit, dengan latar belakang Gunung Semeru yang sedang memuntahkan abu vulkanik dan menyala merah.

Gurun Vulkanik, Danau Soda, dan Permukiman Rohingya

Fotografer Isabella Tabacchi masuk dalam daftar karya yang dipuji melalui dua fotonya, yaitu “The Last Ember” di Puna, Argentina, serta “Alien Land” di Mangystau, Kazakhstan. Di wilayah perbatasan Tanzania dan Kenya, Holly Kirkland merekam kawanan burung flamingo kecil yang terbang di atas Danau Natron melalui helikopter dengan pintu terbuka, memperlihatkan ekosistem danau soda yang sangat alkali.

Di kategori Perkotaan, Shahedul Islam Sadik mendokumentasikan kepadatan kamp pengungsian Rohingya di sekitar Cox’s Bazar, Bangladesh, yang dihuni oleh lebih dari satu juta orang. Menurutnya, foto udara tersebut tidak sekadar menunjukkan populasi yang padat, tetapi juga merefleksikan hilangnya ruang pribadi dan kebebasan bagi para pengungsi.

George Steinmetz juga kembali masuk dalam kategori Perkotaan lewat potret Terminal Peluncuran Sadarghat di Dhaka saat ribuan warga bersiap pulang kampung merayakan libur Idulfitri. Steinmetz memanfaatkan momen sesaat sebelum hujan turun untuk menangkap aktivitas feri yang penuh warna dan dipadati penumpang dari atas atap gedung.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *