Stasiun Bawah Tanah King’s Cross di London, Inggris, pernah mengalami kebakaran hebat pada 1987. Bencana tersebut membesar dengan sangat cepat yang bermula dari sebuah eskalator.
Kronologi Kebakaran King’s Cross
Berdasarkan laporan investigasi bernama Fennell Report yang disusun oleh Desmond Fennell OBE QC, peristiwa nahas itu terjadi pada tanggal 18 November 1987. Titik api diperkirakan mulai menyala di jalur gerak Eskalator 4 pada Piccadilly Line sekitar pukul 19.25 waktu setempat.
Selang beberapa menit kemudian tepatnya pukul 19.29, seorang penumpang mendapati percikan api kecil di bawah pijakan eskalator dan segera menyampaikan laporan kepada petugas loket tiket. Penumpang lain berinisiatif menekan tombol darurat atau emergency stop guna mematikan laju Eskalator 4 sementara api mulai merambat.
Aparat kepolisian lantas bergerak mengarahkan penyeberangan serta mengevakuasi para penumpang dari area aula tiket. Armada pemadam kebakaran pertama dari London Fire Brigade atau LFB tiba di lokasi luar stasiun pada pukul 19.42.
Hanya berselang dua menit usai petugas pemadam melangkah masuk ke dalam aula tiket, terjadi fenomena letupan api secara mendadak atau flashover. Kobaran yang mulanya tampak kecil tiba-tiba menyembur dahsyat dari lorong eskalator, melahap bagian langit-langit, serta memenuhi keseluruhan area aula tiket dengan suhu panas ekstrem serta kepulan asap hitam pekat. Menjelang malam pukul 21.48, kepungan api berhasil dikendalikan oleh puluhan armada pemadam.
Korban Jiwa dan Penyebab Tragedi
Peristiwa kelam ini merenggut nyawa 31 orang, dengan rincian 30 korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian dan satu orang lainnya menghembuskan napas terakhir dalam masa perawatan medis di rumah sakit. Salah satu korban yang gugur adalah petugas pemadam bernama Station Officer Colin Townsley dari London Fire Brigade, yang tewas saat berjuang mengevakuasi penumpang di dekat pintu keluar stasiun.
Merujuk pada uji ilmiah serta investigasi mendalam, musibah tersebut dipicu oleh rangkaian kegagalan yang mencakup aspek mekanis, ilmiah, hingga manajemen keselamatan.
Sumber api berasal dari korek api menyala yang dibuang atau terjatuh oleh penumpang yang merokok saat menggunakan eskalator. Benda api kecil itu terperosok melalui celah di antara pijakan dan papan samping yang tidak dilengkapi pengaman atau fire cleats secara lengkap.
Percikan tersebut lantas menyulut bagian papan skirting, balustrade, decking, serta pijakan berbahan kayu pada fasilitas eskalator keluaran tahun 1939 tersebut, yang kemudian membuat kobaran api membesar tanpa terkendali.
Sumber: News - Detikcom







