Sport

Kemenangan Dramatis Man United Atas Roma Warnai Karier Carrick

Kemenangan Dramatis Man United Atas Roma Warnai Karier Carrick
Daftar Isi
  1. Babak Pertama yang Buruk
  2. Kebangkitan di Babak Kedua
  3. Akhir Laga yang Tegang

Karier Michael Carrick bersama Manchester United diyakini sudah mendekati akhir, namun ia tetap meninggalkan kenangan manis lewat kemenangan dramatis 3-2 atas AS Roma. Hasil luar biasa ini diwarnai aksi gemilang Matheus Cunha di hadapan publik Old Trafford.

Babak Pertama yang Buruk

Paruh pertama pertandingan menyajikan penampilan terburuk United musim ini di mana lini belakang mereka kerap kedodoran menghadapi serangan lawan. Gelandang United nyaris tidak terlihat, sementara kapten Bruno Fernandes tampak frustrasi di tengah lapangan berusaha membakar semangat rekan-rekan setimnya.

Gawang tuan rumah sudah kebobolan dua gol dalam kurun waktu 20 menit pertama akibat kesalahan sendiri. Matias Soule membuka keunggulan Roma setelah memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan United untuk menaklukkan kiper Senne Lammens.

Tidak lama berselang, United kembali kehilangan penguasaan bola yang berujung pada hukuman penalti karena handsball Ayden Heaven saat mencoba memblok tembakan. Memasuki masa tambahan waktu babak pertama, United bahkan baru mencatat tembakan tepat sasaran pertama lewat tendangan jarak jauh Kobbie Mainoo yang berhasil diamankan kiper ketiga Roma.

Kebangkitan di Babak Kedua

Situasi berubah drastis usai turun minum ketika United tampil jauh lebih agresif dan penuh determinasi. Cedera hamstring yang dialami Carlos Baleba di awal paruh kedua sempat memunculkan kekhawatiran, namun Setan Merah justru mulai mendominasi jalannya pertandingan.

United mendapat keberuntungan ketika penalti Bruno Fernandes sempat dimentahkan, namun bola liar langsung disambar untuk memperkecil ketertinggalan. Penampilan gemilang Matheus Cunha berlanjut saat ia memanfaatkan kesalahan sapuan Leonardo Balerdi untuk menyamakan kedudukan.

Cunha kemudian mencetak gol penentu kemenangan lewat tendangan keras yang memastikan keunggulan United. Penyerang tersebut harus menerima kartu kuning kedua akibat tekel keras di pengujung laga setelah sebelumnya mendapat kartu kuning pertama saat merayakan golnya.

Akhir Laga yang Tegang

Bermain dengan sepuluh orang di sisa waktu, United sukses mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan ini sekaligus memutus tren negatif sembilan pertandingan tanpa kemenangan yang sempat memicu protes suporter di babak pertama.

Di sisi lain, kekalahan ini menambah catatan buruk pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, di Old Trafford. Gasperini sebelumnya juga pernah memimpin 2-0 di paruh pertama sebelum akhirnya takluk dengan skor serupa di stadion yang sama, serta kembali gagal mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir kompetisi Eropa musim ini.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *