Sport

Masalah Besar Mengintai Matthias Jaissle di Newcastle United

Masalah Besar Mengintai Matthias Jaissle di Newcastle United
Daftar Isi
  1. Tekanan dan Reaksi Suporter
  2. Statistik Buruk dan Masa Transisi
  3. Kesulitan di Lini Depan dan Belakang

Matthias Jaissle langsung merasakan kemarahan suporter Newcastle United setelah timnya menelan kekalahan kedua dari Everton dalam sepekan di St James’ Park. Sorak-sorai kekecewaan menggema di akhir pertandingan setelah kekalahan tipis satu gol tanpa balas yang diwarnai blunder penjaga gawang Lukas Hornicek dan kartu merah bagi pemain pengganti Jacob Ramsey.

Tekanan dan Reaksi Suporter

Kekalahan tersebut merupakan hasil negatif keempat dalam enam pertandingan Liga Inggris bagi skuad asuhan Jaissle. Pelatih asal Jerman itu menyatakan kekecewaannya yang besar dan memahami sepenuhnya reaksi para pendukung yang kecewa dengan penampilan tim.

Menurut Jaissle, dirinya bertanggung jawab penuh atas situasi ini dan menegaskan pentingnya kerja keras untuk memperbaiki berbagai kekurangan tim. Ia menambahkan bahwa satu-satunya jalan keluar dari masa sulit ini adalah menjaga kebersamaan dan menunjukkan persatuan sebagai sebuah tim.

Mantan bek Liverpool dan Inggris, Jamie Carragher, menyampaikan kepada Sky Sports bahwa ia merasa khawatir terhadap kondisi Newcastle saat ini. Ia menilai tim tersebut diisi oleh manajer dan pemain muda, serta menyebut suasana kandang Newcastle terasa datar dan membosankan, jauh dari ekspektasi permainan agresif ala model Red Bull.

Statistik Buruk dan Masa Transisi

Newcastle United kini berada di paruh bawah klasemen dengan koleksi 11 poin dari sembilan pertandingan. Statistik menunjukkan tidak ada tim Liga Inggris yang kalah dalam pertandingan kandang lebih banyak di tahun 2026 selain Newcastle dengan tujuh kekalahan, sementara rekor nirbobol di kandang juga telah terhenti dalam 14 pertandingan beruntun.

Situasi ini terjadi di tengah masa transisi klub menyusul kepergian Eddie Howe setelah lima tahun memimpin, serta kedatangan Jaissle yang baru berusia 38 tahun pada musim panas lalu. Klub juga kehilangan sejumlah pemain kunci seperti Anthony Gordon, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes pada bursa transfer sebelumnya.

Harapan tinggi yang sempat diungkapkan oleh Kepala Eksekutif Newcastle United, David Hopkinson, pada awal tahun untuk membawa klub masuk dalam jajaran klub top dunia pada tahun 2030 kini tampak semakin jauh. Ambisi pemilik klub asal Arab Saudi, Public Investment Fund, juga dinilai mulai kehilangan tenaga.

Kesulitan di Lini Depan dan Belakang

Dalam pertandingan melawan Everton, gol penentu kemenangan yang dicetak oleh Thierno Barry tercipta akibat bola dari tembakan biasa yang lepas dari tangkapan kiper Lukas Hornicek. Jaissle sempat memprotes gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran terhadap Fabian Schar dalam proses terjadinya gol, namun ia mengakui para pemainnya gagal menunjukkan keberanian di lapangan.

Kapten tim Dan Burn mengonfirmasi adanya rasa gugup di dalam stadion akibat rentetan hasil buruk yang diraih tim. Ia menyebut para suporter merasa tidak senang, yang kemudian membuat proses membangun kepercayaan diri di lapangan menjadi semakin sulit bagi para pemain.

Newcastle selanjutnya dijadwalkan bertandang menghadapi Fulham pada hari Sabtu sebelum kompetisi Liga Inggris libur sejenak untuk jeda internasional bulan November.

Sumber: BBC Sport

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *