Ekonomi

Mendes Yandri Luncurkan Program Desa Pasok Biomassa PLTU

Mendes Yandri Luncurkan Program Desa Pasok Biomassa PLTU

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan bahwa Badan Usaha Milik Desa akan dilibatkan untuk memasok kebutuhan biomassa ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Indonesia. Program percontohan tersebut resmi dimulai dari wilayah Kabupaten Serang.

Kerja Sama Kemendes dan PLN EPI

Pasokan biomassa perdana ini bersumber dari Desa Salira, Kabupaten Serang, yang nantinya akan dikirimkan untuk kebutuhan PLTU Suralaya. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan PT PLN yang kemudian diturunkan dalam perjanjian kerja sama bersama anak usaha PT PLN Energi Primer Indonesia.

Menurut Yandri Susanto di Serang, Sabtu (31/10/2026), potensi biomassa yang ada di berbagai desa di seluruh tanah air diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik tersebut. Saat ini, PT PLN EPI mencatat proyeksi potensi biomassa mencapai 8,5 juta ton.

Yandri memaparkan, pemanfaatan saat ini baru mencapai 2,5 juta ton dan bersiap bergerak menuju 3 juta ton dari total potensi sebesar 8,3 juta ton yang tersedia. Angka tersebut dinilai masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total kebutuhan yang diperlukan oleh pihak PLN.

Pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap puluhan ribu desa di Indonesia yang berpotensi menjadi pemasok biomassa untuk PLTU. Tercatat ada sebanyak 75.266 desa yang tersebar di nusantara.

Yandri menambahkan, pemanfaatan limbah seperti bongkol jagung, batok kelapa, hingga serabut kelapa dapat dioptimalkan melalui kolaborasi antarwilayah agar tidak terbuang sia-sia.

Pengurangan Emisi Karbon dan Ekonomi Desa

Direktur PT PLN EPI, Rakhmad Dewanto menjelaskan bahwa biomassa tersebut difungsikan sebagai bahan bakar pendamping yang dicampurkan dengan batu bara pada dapur pembakaran PLTU. Pihaknya melibatkan partisipasi masyarakat sekitar dalam mengelola berbagai limbah pertanian, limbah industri, serbuk gergaji, jerami, bongkol jagung, hingga cangkang sawit.

Rakhmad menyampaikan, PLN Group sepanjang tahun 2026 telah menyerap sebanyak 2,4 juta ton biomassa sebagai bahan bakar pengganti batu bara. Langkah ini diklaim berhasil memangkas emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Melalui substitusi bahan bakar batu bara dengan biomassa sebanyak 2,4 juta ton pada tahun ini, perusahaan berhasil mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 2,4 juta ton sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *