Teknologi

Pabrik Sambal Lao Gan Ma Mau PHK Pekerja dan Ganti AI

Pabrik Sambal Lao Gan Ma Mau PHK Pekerja dan Ganti AI
Daftar Isi
  1. Kontroversi Penggunaan AI di Lini Produksi
  2. Reaksi Keras Warganet dan Ancaman Boikot
  3. Tanggapan Perusahaan dan Kondisi Pasar Tenaga Kerja

Produsen sambal legendaris asal China, Lao Gan Ma, berencana menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menggantikan ratusan pekerja pabriknya. Langkah ini diambil di tengah upaya perusahaan meningkatkan efisiensi dan menekan tingkat kecacatan produk.

Kontroversi Penggunaan AI di Lini Produksi

Menurut Tech – Berita AI, Gadget, Teknologi dan Sains – CNBC Indonesia (cnbcindonesia.com), rencana tersebut terungkap setelah Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Petugas Mutu Lao Gan Ma, Li Xin, menyampaikan komentar dalam sebuah konferensi pemerintah provinsi pada akhir September lalu. Berdasarkan laporan Channel News Asia (CNA) yang bersumber dari media pemerintah, Li menyoroti bagaimana AI secara signifikan mampu menurunkan tingkat kecacatan produk. Teknologi ini juga membantu perusahaan meraup rekor pendapatan sebesar 5,4 miliar yuan atau setara sekitar Rp14,73 triliun pada tahun 2025.

Li mengungkapkan bahwa jumlah tenaga kerja pada salah satu lini produksi anjlok drastis dari lebih dari 600 orang menjadi tinggal 48 orang saja. Penurunan ini terjadi setelah perusahaan menerapkan sistem pemeriksaan cabai berbasis AI pada tahun sebelumnya.

Reaksi Keras Warganet dan Ancaman Boikot

Pernyataan dari petinggi perusahaan tersebut langsung memancing gelombang kritik di dunia maya. Para pengguna media sosial di China menuding Lao Gan Ma mengabaikan kesejahteraan karyawan dan lebih mementingkan keuntungan serta efisiensi, padahal bisnis tersebut selama ini dikenal memiliki akar kelas pekerja.

“Ini sangat ironis, datang dari perusahaan yang telah memperoleh banyak keuntungan dari masyarakat kelas pekerja,” tulis seorang warganet di platform Weibo dengan nama akun Black Dragon, seperti dikutip dari Tech – Berita AI, Gadget, Teknologi dan Sains – CNBC Indonesia (cnbcindonesia.com).

“Ini benar-benar tidak etis,” imbuhnya.

Topik pembahasan mengenai kontroversi ini bahkan telah mendulang lebih dari 120 juta penayangan sampai hari Rabu. Sejumlah pengguna media sosial melayangkan ancaman untuk memboikot produk sambal tersebut.

“Jika kalian mem-PHK pekerja, kami akan menarik produk kalian dari rak,” tulis pengguna Weibo lainnya bernama Xin Ma28.

Tanggapan Perusahaan dan Kondisi Pasar Tenaga Kerja

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Lao Gan Ma memberikan bantahan dan menyebut pemberitaan yang beredar tidak akurat. Perwakilan perusahaan menyatakan kepada media China bahwa tuduhan mengenai adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal adalah keliru.

Juru bicara tersebut membenarkan adanya pemanfaatan teknologi inspeksi berbasis AI, tetapi mengklarifikasi bahwa lini produksi terkait sebenarnya tidak pernah menyerap tenaga kerja sebanyak angka yang dilaporkan.

Perselisihan ini muncul di tengah kekhawatiran masyarakat China yang semakin besar terhadap ancaman AI terhadap keberlangsungan lapangan kerja, khususnya pada sektor-sektor padat karya. Di sisi lain, pemerintah Beijing telah berkomitmen untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kerja serta menggenjot tingkat perekrutan di tengah dorongan percepatan adopsi teknologi cerdas tersebut. Berbagai tekanan dari sisi ekonomi, demografi, dan perkembangan AI kini terus membayangi pasar tenaga kerja di negara tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *