luar negeri

Partai Labour Putus Koalisi dengan Green di 11 Dewan Inggris

Partai Labour Putus Koalisi dengan Green di 11 Dewan Inggris
Daftar Isi
  1. Keputusan dan Alasan Partai Labour
  2. Tanggapan Green Party
  3. Dampak di Tingkat Lokal

Partai Labour memutuskan untuk menarik diri dari perjanjian pembagian kekuasaan dengan Green Party di 11 dewan lokal. Langkah ini diambil setelah partai nasional tersebut mengadopsi kebijakan yang mendefinisikan Zionisme sebagai bentuk rasisme.

Keputusan dan Alasan Partai Labour

Para anggota dewan dari Partai Labour tidak lagi berada dalam koalisi dengan Partai Hijau di sejumlah wilayah, termasuk Sheffield, Warwick, dan Lewes. Ketua Partai Labour Bridget Phillipson mengatakan bahwa kebijakan tersebut sudah melewati batas dan partainya tidak dapat bekerja sama dengan pihak mana pun yang mendukungnya di tingkat pemerintahan manapun. Perdana Menteri Andy Burnham sebelumnya juga menyampaikan kepada para anggota parlemen bahwa Labour tidak akan bermitra dengan Partai Hijau akibat kebijakan yang dinilai antisemit tersebut.

Kantor pusat Labour kemudian mengeluarkan ultimatum kepada dewan-dewan yang dikuasai koalisi Labour-Green agar kelompok hijau lokal mencabut mosi yang disahkan oleh anggota dalam konferensi nasional mereka. Kelompok hijau juga diminta untuk mendesak kepemimpinan nasional partainya agar meninjau ulang kebijakan tersebut.

Dari total 18 kesepakatan lokal yang ada, Labour menyatakan bahwa 11 di antaranya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Arun District Council, Derbyshire Dales District Council, Havant Borough Council, Lewes District Council, Runnymede Borough Council, Sheffield City Council, Stafford Borough Council, Warwick District Council, Wealden District Council, West Devon Borough Council, dan West Suffolk Council. Sementara itu, kondisi yang dipersyaratkan telah terpenuhi di Broadland, Monmouthshire, North Somerset, Rother, West Oxfordshire, dan West Sussex, sedangkan Coventry City Council tidak memiliki pengaturan formal.

Tanggapan Green Party

Pemimpin Green Party Zack Polanski menyatakan bahwa langkah tersebut akan menjadi bumerang bagi Labour dan menuduh partai tersebut ingin mengganggu layanan lokal serta memaksakan dukungan terhadap genosida dari dewan-dewan lokal. Mosi yang disetujui para anggota partai pada bulan Oktober lalu menyatakan bahwa Zionisme adalah ideologi yang mendukung negara Yahudi ethnonationalist di Palestina historis, sementara Israel telah membantah melakukan genosida di Gaza.

Dalam pernyataan bersama, Green Party dan Local Government Association Green Group mengaku sangat kecewa karena Labour memaksa para pemimpin lokal untuk membahayakan kemitraan progresif yang sukses memberikan manfaat bagi warga. Pemimpin kelompok hijau di Havant, Netty Shepherd, seperti dilaporkan BBC News, menuduh Labour melakukan politik performatif dan menyatakan bahwa berakhirnya koalisi ini akan menjadi bencana besar bagi warga karena urusan dewan fokus pada pelayanan publik lokal seperti pengelolaan sampah dan pusat kota, bukan kebijakan luar negeri.

Dampak di Tingkat Lokal

Keruntuhan kerja sama di tingkat lokal ini berpotensi berdampak pada ratusan ribu warga karena proses pengesahan anggaran dan keputusan kebijakan kemungkinan akan memakan waktu lebih lama. Para councillor dari kedua partai di wilayah terdampak kini harus mencari mitra koalisi alternatif atau mencoba memimpin sebagai pemerintahan minoritas.

Salah satu dewan terbesar yang terdampak adalah Sheffield, di mana 25 anggota dewan Labour sebelumnya membentuk kesepakatan berbagi kekuasaan dengan 20 anggota dewan Green. Pemimpin Labour di dewan tersebut, Cllr Fran Belbin, mengumumkan bahwa partainya akan mengusulkan untuk melanjutkan pemerintahan sebagai minoritas Labour karena kepercayaan terhadap Green Party sudah sepenuhnya rusak. Di sisi lain, Partai Liberal Demokrat juga menetapkan sikap serupa dengan mengecualikan kemitraan nasional dengan partai yang mengusung kebijakan berbahaya tersebut serta meminta kepala daerah mereka untuk mendesak penolakan terhadap mosi tersebut.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *