Teknologi

Polusi Data Center AI Bisa Hapus Reduksi Emisi 15 Tahun

Polusi Data Center AI Bisa Hapus Reduksi Emisi 15 Tahun
Daftar Isi
  1. Lonjakan Emisi Sektor Kelistrikan
  2. Pembangunan Pembangkit Listrik Mandiri
  3. Dampak Jaringan dan Upaya Regulasi

Pertumbuhan data center kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat menyimpan ancaman besar bagi iklim global. Berdasarkan analisis terbaru, fasilitas ini berpotensi menghapus seluruh capaian pengurangan emisi gas rumah kaca Amerika Serikat selama 15 tahun terakhir pada tahun 2030, dengan polusi yang dihasilkan setara dengan total emisi gas rumah kaca Meksiko.

Lonjakan Emisi Sektor Kelistrikan

Kajian yang dirilis organisasi lingkungan hidup Sierra Club dan dilaporkan oleh Bloomberg memperkirakan permintaan daya listrik dari pusat data AI dapat mendorong emisi karbon sektor kelistrikan Amerika Serikat mencapai 2,1 miliar ton pada tahun 2030. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sekitar 42 persen jika dibandingkan dengan tahun 2025.

Lonjakan emisi tersebut diperkirakan sama besarnya dengan seluruh pengurangan emisi yang berhasil dicapai negara tersebut selama kurun waktu 15 tahun terakhir.

Pembangunan Pembangkit Listrik Mandiri

Peningkatan emisi ini didorong oleh langkah para pengembang data center yang membangun pembangkit listrik sendiri di luar jaringan umum, di mana sebagian besar mengandalkan turbin gas alam. Dari pembangkitan mandiri ini saja, emisi diproyeksikan bisa mencapai 460 juta ton karbon dioksida per tahun pada tahun 2030, yang jumlahnya hampir menyamai total emisi tahunan negara Meksiko seperti dikutip dari Detroit News.

Pemilihan jalur pembangkit listrik mandiri ini ditempuh karena lamanya proses penyambungan ke jaringan listrik nasional yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Guna mempercepat operasional, perusahaan teknologi memilih membangun turbin gas secara langsung di lokasi fasilitas.

Dampaknya, emisi yang dihasilkan dari fasilitas tersebut sering kali luput dari pengawasan peraturan emisi yang lazim diberlakukan bagi jaringan listrik umum.

Dampak Jaringan dan Upaya Regulasi

Sementara itu, pusat data yang terhubung langsung ke jaringan listrik umum juga memberikan tambahan beban emisi. Analisis Sierra Club memperkirakan pada tahun 2030, emisi dari konsumsi listrik fasilitas yang terhubung ke jaringan akan menambah sekitar 154 juta ton karbon dioksida, atau naik 10 persen di atas perkiraan dasar.

Menghadapi lonjakan polusi ini, beberapa negara mulai menyiapkan regulasi khusus. Irlandia menetapkan aturan bagi pusat data baru agar menggunakan 80 persen energi dari sumber terbarukan secara bertahap dalam kurun waktu enam tahun.

Namun, para pengamat memperingatkan bahwa kecepatan pembangunan fasilitas saat ini jauh melampaui masa penyesuaian aturan tersebut. Kondisi ini membuat banyak fasilitas beroperasi secara penuh sebelum kewajiban penggunaan energi bersih mulai berlaku.

Para ahli menilai bahwa penyelesaian masalah ini menuntut kepastian agar setiap pusat data baru wajib diiringi penambahan kapasitas energi bersih yang benar-benar baru, bukan sekadar memanfaatkan pasokan yang sudah ada sebelumnya. Tanpa penerapan prinsip tambahan nyata tersebut, lonjakan permintaan daya dikhawatirkan hanya memperbesar ketergantungan pada pembangkitan berbahan bakar fosil.

Seluruh angka proyeksi tersebut merupakan perkiraan skenario terburuk dan bukan suatu kepastian, di mana faktor keterlambatan pasokan peralatan, pembatalan proyek, hingga perubahan kebijakan berpotensi mengubah angka akhir tersebut. Meski demikian, dorongan untuk membangun fasilitas secepat mungkin masih terus berlangsung di tengah struktur insentif yang belum berubah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *