Menara Kudus di Jawa Tengah tampil memikat pada malam hari berkat pencahayaan berwarna keemasan. Sorotan lampu tersebut mempertegas bentuk dan struktur arsitektur bangunan bata merah yang menjadi ikon khas Kota Kudus tersebut.
Akulturasi Arsitektur dan Pesona Malam Hari
Pemandangan estetis ini menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian rombongan Pondok Pesantren Al-Musyahadah Rumah Cerdas Indonesia asal Bandung saat menggelar rihlah Wali Songo, seperti dilaporkan Travel detikcom. Dari kejauhan, menara bata merah tersebut tampak kontras berlatar gelapnya langit malam, sementara bentuk atapnya yang bertingkat kian memperkuat karakter khas bangunan.
Menara ini merupakan bagian dari kompleks Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus. Tempat bersejarah ini memiliki keterkaitan erat dengan sosok Sunan Kudus, salah satu tokoh Wali Songo yang menyebarkan syiar Islam di Pulau Jawa.
Secara arsitektur, Menara Kudus terbilang unik lantaran memadukan unsur kebudayaan Hindu-Jawa dan Islam. Bentuk fisiknya yang menyerupai bangunan candi serta penggunaan material bata merah menjadi bukti nyata adanya akulturasi budaya dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara.
Pencahayaan khusus di sekitar menara pada malam hari menghadirkan suasana yang berbeda bagi para pengunjung. Selain mempelajari rekam jejak sejarah para wali, para peserta perjalanan dapat menikmati keindahan visual sekaligus mengabadikan kemegahan bangunan bersejarah tersebut.
Sumber: Travel - Detikcom








