Politik

Mengapa Cheesecake Factory Jadi Perdebatan Politik AS?

Mengapa Cheesecake Factory Jadi Perdebatan Politik AS?

Restoran siap saji Amerika Serikat, Cheesecake Factory, mendadak menjadi pusat perdebatan politik setelah mantan Presiden Barack Obama melontarkan lelucon mengenai renovasi Gedung Putih yang bernuansa emas. Komentar tersebut langsung memicu reaksi keras dari Presiden Donald Trump serta para pejabat tinggi pemerintahannya.

Lelucon Renovasi dan Reaksi Gedung Putih

Kericuhan bermula saat Barack Obama berkampanye untuk Partai Demokrat di Ohio dalam rangka pemilihan paruh waktu. Dalam pidatonya, Obama menyamakan renovasi interior Gedung Putih di era kepemimpinan Donald Trump dengan gaya mantan diktator Irak, Saddam Hussein, yang dipenuhi warna emas.

Obama berkelakar bahwa Trump menempelkan medali emas di perapian Ruang Oval, menutup Taman Mawar, serta membangun ruang dansa yang lebih besar dari Gedung Putih itu sendiri. Tidak hanya menyinggung dekorasi, Obama juga mengkritik pemerintahan Trump yang dianggap tidak peduli pada krisis biaya hidup dan dampak ekonomi dari perang di Iran.

Menanggapi sindiran tersebut, Presiden Trump membela selera estetikanya saat berbicara kepada para wartawan. Trump menyatakan bahwa dirinya merawat Gedung Putih dengan melibatkan para perajin terbaik di dunia dan mengklaim bangunan tersebut kini berada dalam kondisi terbaik sejak tahun 1792.

Akun resmi media sosial X milik Gedung Putih turut merespons dengan mengunggah foto menu Cheesecake Factory yang terkenal sangat besar. Unggahan itu disertai taktik politik yang menyebutkan bahwa satu-satunya hal yang lebih besar dari menu restoran tersebut adalah daftar pencapaian Presiden Trump.

Isu Elitisme dan Balasan Pejabat Pemerintah

Wakil Presiden JD Vance ikut melontarkan kritik dengan menuduh Obama bersikap elitis dan tidak memahami kehidupan masyarakat biasa. Pernyataan serupa disampaikan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent yang menyempatkan diri makan siang di gerai Cheesecake Factory dekat Gedung Putih.

Scott Bessent memakan hidangan French Dip Cheeseburger dan menyarankan kelompok elit untuk mencoba restoran tersebut. Menteri Keuangan yang juga mantan pengelola dana lindung nilai itu turut menyindir desain Pusat Kepresidenan Obama di Chicago yang ia samakan dengan makam tokoh fiktif Darth Vader.

Meski mendapat serangan balik, Obama tidak gentar dan kembali mengangkat isu tersebut dalam kampanye berikutnya di Georgia. Obama menyatakan keterkejutannya karena pihak Gedung Putih justru lebih marah terhadap lelucon restoran ketimbang kritikan terkait kebijakan maupun inflasi.

Obama menambahkan bahwa ia sendiri merupakan pelanggan setia restoran tersebut selama bertahun-tahun. “Saya adalah ayah dari dua anak perempuan. Apakah menurut Anda saya bisa melewati masa kecil mereka tanpa pergi ke Cheesecake Factory?” ujarnya.

Menjelang akhir pekan, isu mengenai restoran dan keterjangkauan harga kembali mencuat ketika Trump berbicara kepada para pendukungnya di Texas. Trump sempat berkelakar bahwa para pemilih dapat menghabiskan dana bantuan sebesar lima ribu dolar Amerika Serikat untuk makan di klub Mar-a-Lago miliknya di Florida, sebelum akhirnya meralat ucapannya sendiri karena tempat tersebut tidak cocok untuk warga yang peduli dengan harga.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *