luar negeri

Protes Biaya Hidup di Jerman Berujung Bentrok dan Penjarahan

Protes Biaya Hidup di Jerman Berujung Bentrok dan Penjarahan

Aksi unjuk rasa massal terkait biaya hidup di sejumlah kota di Jerman berubah menjadi kerusuhan pada Sabtu malam (25/10), dengan para perusuh menjarah toko-toko dan memicu bentrokan dengan aparat kepolisian. Kericuhan ini terjadi setelah demonstrasi siang hari yang awalnya berlangsung damai di berbagai wilayah termasuk Frankfurt, Berlin, Köln, dan Hamburg.

Kericuhan di Pusat Keuangan Frankfurt

Di Frankfurt yang merupakan pusat keuangan Jerman, bagian luas dari jalan belanja utama terpaksa ditutup oleh kepolisian, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita AFP. Kepolisian Frankfurt menyatakan melalui platform X bahwa kerusuhan kekerasan terjadi di pusat kota, di mana jendela sejumlah toko dipecahkan dan bom molotov dilemparkan ke arah petugas darurat. Dalam perkembangan selanjutnya, aparat melaporkan bahwa kaca jendela sebuah toko senjata turut diracuni dan mereka berhasil menyita dua pucuk senjata setelah membekuk seorang tersangka.

Roman Poseck selaku Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse menyampaikan bahwa sekitar seratus orang ekstremis sayap kiri yang teridentifikasi dengan jelas telah menyusup ke tengah aksi demonstrasi di Frankfurt. Kepolisian di berbagai kota mengerahkan meriam air guna membubarkan para pengunjuk rasa yang menyerang petugas dengan kembang api, batu, serta botol kaca. Aparat kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa banyak penangkapan telah dilakukan di kota tersebut.

Tuntutan Aksi dan Gelombang Protes di Eropa

Ribuan orang sebelumnya mengikuti demonstrasi yang dimotori oleh kelompok kampanye Gen Z regelt untuk memprotes kekurangan anggaran di sekolah, tingginya biaya hidup, pemotongan anggaran publik, serta wajib militer. Juru bicara Gen Z regelt, Lina Friedrich, menyatakan bahwa aksi unjuk rasa tersebut diadakan demi memperjuangkan perdamaian dan kebebasan. Pihak berwenang di Frankfurt, Munich, dan Berlin mencatat jumlah demonstran mencapai 18.000 orang, atau sekitar separuh dari perkiraan penyelenggara.

Gelombang unjuk rasa pemuda ini menyusul aksi serupa di Prancis yang mengerahkan lebih dari 320.000 demonstran pada hari yang sama. Unjuk rasa di berbagai negara Eropa lainnya turut diwarnai ketegangan, termasuk bentrokan antara polisi dan demonstran di Roma serta Turin, Italia, serta tindakan kepolisian membubarkan perkemahan tenda protes kebijakan sewa rumah di Portugal.

Sebagian besar pemuda di berbagai negara Eropa turun ke jalan menuntut penanganan atas masalah biaya hidup, akses perumahan, mutu pendidikan, serta pemotongan layanan publik.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *