luar negeri

Serangan Bom Rusia Tewaskan 24 Orang di Pusat Bantuan Ukraina

Serangan Bom Rusia Tewaskan 24 Orang di Pusat Bantuan Ukraina

Sedikitnya 24 orang tewas setelah bom-bom Rusia menghantam sebuah pusat distribusi bantuan kemanusiaan dalam serangan yang disebut oleh pemimpin Ukraina sebagai peristiwa yang sangat mengerikan. Sedikitnya sembilan bom udara seberat 3.000 kilogram menghantam desa Komyshuvakha di wilayah selatan Zaporizhzhia.

Serangan Beruntun dan Dampak Korban Jiwa

Kepala regional Mykhailo Semikin mengatakan bahwa lima orang mengalami luka-luka dan 27 orang awalnya dilaporkan hilang akibat serangan tersebut. Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa setelah serangan pertama mengenai sekolah setempat yang dimanfaatkan untuk kebutuhan kemanusiaan, serangan kedua menyusul di lokasi tempat warga berlindung.

Zelensky mengunggah sebuah video yang memperlihatkan kawah besar akibat serangan hari Senin tersebut bersama tim penyelamat yang menyisir reruntuhan. Militer Rusia sendiri belum memberikan komentar publik mengenai insiden ini.

Zelensky mulanya menyebutkan jumlah korban tewas sebanyak 18 orang, namun dinas darurat negara Ukraina DSNS kemudian mengonfirmasi bahwa 24 orang tewas, termasuk dua petugas penyelamat dan empat anggota kepolisian.

Pernyataan Pemerintah Ukraina

Melalui sebuah unggahan di media sosial, presiden Ukraina menyatakan bahwa pihak Rusia mustahil tidak mengetahui bahwa warga setempat yang bertahan di Komyshuvakha rutin menerima bantuan kemanusiaan setiap minggu di tempat tersebut. Ia menilai kejadian itu sebagai bukti lanjutan bahwa Moskow tidak menginginkan de-eskalasi.

Zelensky menuturkan bahwa sebelumnya sempat ada momen ketika langkah-langkah berikutnya dapat menunjukkan kemungkinan perdamaian, menyusul operasi gabungan evakuasi warga sipil dari kota Oleshky di bagian selatan yang diduduki Rusia. Melalui pembunuhan semacam ini, lanjutnya, Rusia justru mengirimkan sinyal sebaliknya dan mengandalkan aksi kekerasan lanjutan.

Sementara itu, Semikin menyebut serangan tersebut sebagai tragedi yang mengerikan bagi desa setempat dan mengonfirmasi bahwa masih ada korban yang berada di bawah reruntuhan. Ia menjelaskan bahwa tim penyelamat berupaya bekerja di lokasi kejadian, namun terpaksa beberapa kali menghentikan operasi akibat ancaman serangan pesawat nirawak atau drone Rusia di kawasan itu.

Sumber: BBC News

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *