Daftar Isi
West Ham United memecat Nuno Espírito Santo dari jabatan pelatih kepala setelah mengawali musim EFL Championship dengan hasil yang mengecewakan. Klub asal London tersebut kini bergerak cepat untuk menunjuk mantan gelandang mereka, Scott Parker, guna menjaga peluang promosi otomatis ke Premier League.
Alasan Pemecatan dan Kondisi Tim
Nuno resmi diberhentikan pada Selasa pagi waktu setempat setelah kekalahan 3-1 dari West Bromwich Albion pada Sabtu lalu. Hasil buruk tersebut membuat West Ham, yang diunggulkan menjuarai Championship, tertahan di peringkat kedelapan klasemen dan tertinggal empat poin dari Swansea di urutan kedua.
Seperti dilaporkan The Guardian, manajemen klub sempat mempertahankan pelatih berusia 52 tahun itu seusai terdegradasi dari Premier League musim lalu. Namun, penurunan performa tim dalam beberapa laga terakhir membuat posisi Nuno terancam hingga berujung pada pemecatan. Nuno dilaporkan berhak menerima uang kompensasi pemutusan kontrak sebesar 3 juta poundsterling.
Scott Parker Jadi Calon Kuat
West Ham telah mengidentifikasi Scott Parker sebagai kandidat utama untuk mengisi kursi manajer. Pria berusia 46 tahun tersebut sedang tidak menangani klub mana pun sejak berpisah dengan Burnley pada April lalu. Parker diproyeksikan menandatangani kontrak berdurasi dua setengah tahun dan diharapkan sudah bisa memimpin tim saat bertandang ke markas Cardiff.
Jika kesepakatan belum rampung tepat waktu, direktur olahraga klub, Mark Noble, akan mendampingi tim pada laga melawan Cardiff bersama Steve Potts dan Gerard Prenderville. Noble, yang disebut sebagai salah satu pihak yang mendorong pemecatan Nuno setelah 13 bulan bertugas, diperkirakan akan menjadi bagian dari staf kepelatihan Parker.
Pihak klub optimistis Parker mampu membangkitkan performa tim. Pelatih berusia 46 tahun itu memiliki rekam jejak membawa tiga klub berbeda, yaitu Burnley, Bournemouth, dan Fulham, meraih promosi ke kasta teratas liga Inggris. Selain itu, Parker pernah membela West Ham selama empat tahun sejak 2007 dan tiga kali terpilih sebagai pemain terbaik klub.
Perpecahan Internal dan Kegagalan Transfer
Masa kepemimpinan Nuno di West Ham juga diwarnai dinamika internal di jajaran manajerial. Mantan pemegang saham terbesar klub, David Sullivan, sebenarnya ingin memecat Nuno setelah degradasi musim lalu. Namun, miliarder asal Ceko, Daniel Kretinsky, mendesak agar Nuno tetap dipertahankan demi menjaga kontinuitas.
Kretinsky kemudian meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 46 persen pada September lalu dan mengambil kendali lebih besar. Namun, setelah menyaksikan kekalahan kandang berturut-turut dari Southampton dan West Bromwich Albion, Kretinsky menyadari bahwa mempertahankan Nuno adalah sebuah kekeliruan.
Nuno, yang menggantikan Graham Potter pada September 2025, kehilangan dukungan dari ruang ganti dan manajemen. Ia mendapat kritik internal karena penentuan komposisi tim yang tidak konsisten, perselisihan dengan sejumlah pemain, serta keengganannya memainkan gelandang bertahan Edson Álvarez dan Soungoutou Magassa. Direktur perekrutan klub, Nils Koppen, juga dilaporkan tidak puas dengan kinerja sang pelatih.
Padahal, West Ham telah memberikan dukungan finansial besar di bursa transfer. Pada Januari lalu, klub membelanjakan hampir 50 juta poundsterling untuk merekrut penyerang Pablo Felipe dan Taty Castellanos, lalu memecahkan rekor transfer EFL dengan memboyong Arne Engels seharga 22 juta poundsterling dari Celtic. Meski demikian, performa para pemain baru tersebut belum mampu mengangkat posisi klub di klasemen.
Sumber: Football | The Guardian








