Daftar Isi
Masayoshi “Masa” Takayama memulai perjalanan kariernya sebagai pengantar sashimi di Jepang hingga sukses membangun restoran berstandar bintang 3 Michelin di New York dan London. Chef berusia 72 tahun ini merintis usahanya dari bawah sebelum dikenal luas di Amerika Serikat.
Awal Perjalanan di Pasar Ikan Keluarga
Kisah hidup Masa bermula dari pasar ikan milik keluarganya di Tochigi, Jepang. Sejak kecil, ia terbiasa membantu usaha keluarga tersebut seperti dilaporkan Food – Detikcom (27/10). Ia mengantarkan sashimi buatan sang ayah dengan mengendarai sepeda serta ikut menyiapkan hidangan untuk berbagai acara pesta pernikahan.
Setelah itu, Masa memperdalam keterampilannya selama delapan tahun di Ginza Sushi-Ko, Tokyo. Ia kemudian memutuskan merantau ke California dan mendirikan restoran pertamanya, Saba-ya, di Los Angeles pada era 1980-an. Komunitas Jepang yang sedang berkembang di wilayah tersebut memberikan peluang baginya untuk membangun bisnis kuliner jauh dari tanah kelahirannya dengan menawarkan menu saba, kepiting, dan kappa.
Mendirikan Ginza Sushi-Ko dan Perjuangan Bahan Baku
Pada 1987, Masa membuka restoran baru bernama Ginza Sushi-Ko di Wilshire Boulevard yang hanya menyediakan sepuluh kursi saja. Ia mengerjakan seluruh operasional restoran itu seorang diri tanpa bantuan orang lain.
Masa menyajikan menu omakase pilihan sang chef dan menjaga kualitas bahan baku dengan cara terbang langsung ke Jepang secara rutin. Setiap hari Sabtu ia berangkat dari Los Angeles, berbelanja ikan di pasar pada Senin pagi, lalu membawanya pulang ke Amerika Serikat.
Ia menjalani rutinitas perjalanan tersebut selama tiga bulan musim dingin demi mendapatkan ikan terbaik yang bisa ditemukan di Jepang, seperti diungkapkannya dalam wawancara pada 2012.
Ekspansi Restoran ke Beverly Hills dan New York
Masa memindahkan Ginza Sushi-Ko ke kawasan Beverly Hills pada 1994. Awalnya ia sempat menolak lokasi itu karena harga sewanya yang terlalu mahal, namun akhirnya menerima ketika harga sewa turun menjadi kurang dari separuhnya. Di tempat makan privat tersebut, ia melayani tamu-tamu dari kalangan industri film dan musik.
Selanjutnya, ia memperluas bisnis dengan membuka restoran di New York pada 2004. Masa memiliki kebiasaan mencatat setiap hidangan yang disantap oleh para tamunya. Hingga 2024, arsip tersebut mencakup seluruh menu yang pernah ia sajikan sejak hari pertama pembukaan agar ia dapat memeriksa catatan itu ketika tamu yang sama datang kembali sehingga hidangannya tidak pernah diulang.
Saat ini, jaringan restoran milik Chef Masa telah berkembang dan tersebar di New York serta London, termasuk restoran Masa dan Tobi Masa di The Chancery Rosewood, di samping memproduksi peralatan makan melalui Masa Designs. Restoran Masa di New York sendiri telah meraih predikat tiga bintang Michelin berkat pengalaman omakase eksklusif dan pasokan bahan segar yang diterbangkan langsung dari Jepang.
Sumber: Food - Detikcom








