luar negeri

Turis Lansia Ditahan di Malta Akibat Gurauan Bom di Bandara

Turis Lansia Ditahan di Malta Akibat Gurauan Bom di Bandara

Niat bercanda mengenai keberadaan bom di Bandara Internasional Malta berujung pada penahanan selama sepekan bagi seorang wisatawan senior asal Kroasia. Pria berusia 61 tahun bernama Blazenko Djuran tersebut diamankan aparat setelah melontarkan kalimat kontroversial saat hendak bepergian menggunakan maskapai Ryanair pada Jumat (23/10).

Kronologi Candaan Berujung Masalah Hukum

Berdasarkan pemberitaan Malta Today yang dikutip Travel – Detikcom, insiden tersebut bermula ketika petugas maskapai Ryanair menegur Djuran karena ukuran tas bawaannya dinilai melampaui ketentuan untuk masuk ke dalam kabin pesawat. Menanggapi teguran staf maskapai tersebut, Djuran justru melontarkan kalimat gurauan.

“Memangnya ada bom di dalamnya?” jawabnya.

Akibat ucapan tersebut, ia berhadapan dengan hukum dan didakwa atas tuduhan menyebarkan informasi palsu yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.

Proses Persidangan dan Upaya Hukum

Ketika dihadirkan di ruang sidang, Djuran sempat berniat menyampaikan pengakuan bersalah. Kendati demikian, Hakim Abigail Critien memutuskan untuk menolak pengakuan tersebut dan menetapkan status pembelaan tidak bersalah karena pria lansia itu tampak ragu serta mengaku belum pernah berurusan dengan hukum sebelumnya saat ditanya mengenai pemahamannya terhadap dakwaan.

“Saya tidak akan menerima pengakuan bersalah dari seseorang yang tidak memahami dakwaan terhadap dirinya,” ujar hakim.

Walaupun Djuran bersikeras menyatakan dirinya bersalah, majelis hakim memilih mengambil langkah hati-hati dalam menjatuhkan sanksi. Saat ini, proses peradilan masih berlangsung dan Djuran tetap ditahan dengan status sebagai terdakwa tanpa kepastian hukuman akhir.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Djuran telah mengajukan permohonan habeas corpus guna menggugat keabsahan penahanan klien mereka sekaligus menuntut pembebasannya dari tahanan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *